Baru Dibangun, Puskesmas Mandangin Sudah Bocor: Proyek Miliaran Diduga Asal Jadi

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 20:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG|| ANGKAT BERITA -Masyarakat Pulau Mandangin kembali dikecewakan oleh proyek pembangunan pemerintah yang diduga dikerjakan asal jadi, puskesmas yang baru saja dibangun dengan anggaran negara sebesar Rp6,3 miliar kini menuai sorotan tajam.

Pasalnya, atap bangunan tersebut sudah bocor, padahal bangunan belum lama difungsikan.

Fakta memalukan ini diungkap langsung oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Pulau Mandangin, drg. Rina, yang sedang menginap di Puskesmas saat hujan mengguyur wilayah tersebut, Senin malam (19/05).

Ia mendapati genangan air di beberapa titik akibat atap bocor yang tidak seharusnya terjadi pada bangunan baru.

“Saya kecewa, puskesmas ini baru dibangun, tapi sudah bocor, ini bukan hanya soal estetika, ini menyangkut kualitas pekerjaan dan kepentingan masyarakat banyak, sangat memalukan,” ungkap drg. Rina dengan nada kecewa.

Pembangunan Puskesmas Pulau Mandangin dikerjakan oleh pelaksana proyek ANDIEN, yang beralamat di Jl. Kusuma Bangsa No.11, Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang. Proyek ini dibiayai dengan pagu anggaran senilai Rp6.331.275.000.

Baca Juga :  Eksekusi Dipaksakan Saat Dugaan Pemalsuan AJB Belum Tuntas, Integritas PN Sampang Dipertanyakan

Tak hanya itu, proyek ini juga melibatkan:

Konsultan Perencanaan: CV. Nandha Graha Const – Jl. Jokotole No.105, Pamekasan, dengan nilai kontrak Rp189.820.000

Konsultan Pengawasan: PT. Adhi Hutama Konsulindo – Jl. Jemursari Regency Blok B 38, Surabaya, dengan nilai kontrak Rp249.650.000

Dengan total anggaran menyentuh hampir Rp6,8 miliar, publik menuntut transparansi dan akuntabilitas dari seluruh pihak yang terlibat.

Bocornya atap di awal masa penggunaan menandakan lemahnya kualitas pengerjaan dan kemungkinan minimnya pengawasan selama pembangunan berlangsung.

Masyarakat dan tenaga kesehatan di Pulau Mandangin kini menuntut agar Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang segera turun tangan, tidak hanya melakukan perbaikan, tapi juga mengusut tuntas kemungkinan adanya pelanggaran prosedur, kelalaian, atau indikasi korupsi dalam proyek ini.

Lembaga pengawasan seperti Inspektorat, Kejaksaan Negeri didesak untuk melakukan audit menyeluruh atas proyek ini, sebab jika kebocoran saja sudah terlihat di awal, bagaimana dengan kualitas struktur lainnya yang tidak kasat mata?

Baca Juga :  Lewati Batas Kontrak, Proyek Puskesmas di Sampang Jadi Simbol Gagalnya Pengawasan

“Kami bekerja di sini setiap hari, kami berurusan dengan pasien, bukan proyek gagal, jika hal seperti ini dibiarkan, nyawa pasien dan petugas bisa jadi taruhan,” tambah drg. Rina.

Kasus ini menjadi potret buram pembangunan di wilayah kepulauan yang seringkali hanya diperlakukan sebagai ‘proyek laporan’, bukan pembangunan bermutu. Padahal, masyarakat Mandangin berhak mendapat fasilitas kesehatan yang aman, nyaman, dan layak seperti wilayah lainnya.

Puskesmas adalah jantung pelayanan kesehatan di daerah terpencil. Ketika bangunan barunya sudah bocor, ini bukan hanya soal teknis, tapi soal penghinaan terhadap hak masyarakat atas pelayanan publik yang bermartabat.

Pemerintah daerah harus segera bertindak. Tidak cukup hanya menambal atap, tapi harus membongkar siapa yang bermain dalam proyek ini. Jika tidak, kasus ini akan menjadi noda serius dalam wajah pelayanan publik di Kabupaten Sampang.

Berita Terkait

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo
Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Berlarut-Larut Kasus Sengketa Tanah Dengan PDAM Gresik Ahli Waris Gandeng LBH Brawijaya Majapahit Nusantara Sidoarjo

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Ada Apa dengan Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Polres Pelabuhan Belawan? Hampir Tiga Pekan, SP2HP Belum Diterima Pelapor

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru