Warga Bangkalan Mengeluh Kendaraannya Tumbang Usai Isi BBM di SPBU

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan.angkatberita.id

Meski hasil inspeksi resmi bersama pihak terkait yang dinyatakan oleh pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Bangkalan menyebut tidak ada temuan soal dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat, fakta di lapangan justru berkata lain. Sejumlah pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mengaku mengalami kerusakan serius setelah mengisi BBM di salah satu SPBU.

Beberapa warga menyebut, motor dan mobil mereka bermasalah setelah pengisian BBM. Salah satu pengendara motor Honda mengatakan, beberapa hari ini motornya tersendat-sendat dan mati setwlah melakukan pengisian BBM di salah satu SPBU.

“Motor saya diservis habis delapan ratus ribu setelah mengalami kendala tersendat. Baru setelah servis, motornya bisa nyala meski gak bisa normal,” ujar salah satu warga, Jumat (31/10).

Hal serupa dialami seorang pemilik mobil Kijang. Ia mengaku mobilnya tak bisa dihidupkan sejak beberapa hari lalu setelah mengisi BBM di SPBU yang sama. Tidak hanya di SPBU, salah satu Pertashop di Bangkalan juga diduga terjadi pengoplosan.

Baca Juga :  WPK Hadir Berikan Ruang Evaluasi terhadap Fenomena di Lingkungan Dinas Kesehatan Bangkalan

“ Mobil saya mangkrak di garasi setelah beberapa hari saya mengisi bbm di spbu dan di Pertashop,” ujarnya.

Salah satu mekanik di Bangkalan yang enggan disebut namanya mengaku mendapati adanya perbedaan tekstur pada bahan bakar yang dibawa konsumen untuk pengecekan.

“Ada perubahan pada tekstur bahan bakarnya, baik jenis Pertalite maupun Pertamax Turbo yang warna merah. Itu terlihat tidak normal,” ungkapnya setelah dikonfirmasi. Jum’at (31/10)

Namun, tidak semua bengkel menemukan indikasi serupa. Seorang mekanik bengkel resmi Yamaha menegaskan hingga kini belum pernah menangani kasus mesin rusak akibat dugaan BBM oplosan.

“Sampai saat ini, saya belum menemukan kasus itu dari konsumen kami,” jelasnya.

Berbeda dengan mekanik Honda, yang justru mencatat lonjakan perbaikan kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

“Rata-rata kerusakan di filter bahan bakar, banyak yang buntu dan bikin mesin mati. Tapi kami tidak bisa langsung menyimpulkan itu akibat BBM,” kata salah satu teknisi di dealer Honda Bangkalan.

Baca Juga :  Kapolres Mangkir, WPK Tunda Audiensi dan Nyatakan Kekecewaan

Pihak terkait bidang Meteorologi DKUPP didampingi Kasat Reskrim Polres Bangkalan menyampaikan hasil pengecekan dan sidak terhadap beberapa SPBU.

“Jadi clear, di Bangkalan insyaallah BBM jenis pertalite ataupun Pertamax ini aman untuk kendaraan,’ tegas kabid Agung menyampaikan.

Menanggapi maraknya keluhan warga, tokoh masyarakat Bangkalan, Jimhur Saros, meminta agar aparat penegak hukum dan instansi terkait tidak gegabah dalam membuat pernyataan publik. Ia menilai pernyataan yang menyebut tidak ada temuan, justru bertolak belakang dengan kenyataan di masyarakat.

“Faktanya, banyak kendaraan rusak parah, bahkan pemilik motor harus keluar biaya antara Rp600 ribu hingga Rp800 ribu. Untuk mobil, kerugiannya bisa mencapai dua juta rupiah,” tegasnya.

Jimhur juga mendesak agar pemerintah daerah ada posko pengaduan masyarakat untuk menampung laporan kerusakan akibat fenomena ini.

“Aparat penegak hukum dan instansi terkait harus lebih hati-hati dalam menyampaikan statement, dan masyarakat perlu ruang untuk melapor agar persoalan ini tidak tenggelam,” pungkasnya.

Robin

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru