Breaking News

Tragis di Aceh Timur: 3 Pelajar Tewas Tenggelam, 1 Hilang Masih Dicari di Kuala Peudawa

Tragis di Aceh Timur, 3 pelajar tewas tenggelam di Kuala Peudawa, 1 masih hilang dan dalam pencarian.

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•376 tayangan

Aceh Timur / angkatberita.id – Insiden tragis menimpa sejumlah pelajar di kawasan alur Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Peudawa, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, Senin (23/3/2026). Empat pelajar dilaporkan tenggelam saat mencoba menyeberangi perairan, mengakibatkan tiga di antaranya meninggal dunia dan satu lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi melalui Kasat Polairud AKP Ade Candra menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Lima pelajar asal Desa Alue Itam awalnya berada di lokasi tersebut, namun hanya empat orang yang memutuskan menyeberangi alur perairan, sementara satu lainnya tidak ikut.

Saat berada di tengah alur, kedalaman air serta arus pasang yang cukup kuat membuat keempat pelajar tersebut kesulitan mengendalikan diri. Mereka diketahui tidak memiliki kemampuan berenang, hingga akhirnya tenggelam.

“Dari kejadian tersebut, tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, satu selamat, dan satu lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar AKP Ade Candra.

Adapun korban selamat diketahui bernama Rafi (10), warga Dusun Sematok. Sementara tiga korban meninggal dunia masing-masing Naura (13) dari Dusun Tepi Sungai, serta M. Afdal (8) dan Aliya (12) yang merupakan warga Dusun Sematok. Satu korban yang hingga kini masih hilang adalah Agustina (13), warga Dusun Sematok, Desa Alue Itam.

Personel Satuan Polisi Air dan Udara Polres Aceh Timur yang tengah bertugas di Pos Taktis Lebaran langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Hingga saat ini, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir alur perairan Kuala Peudawa dan wilayah sekitarnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di area perairan yang berisiko tinggi, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer