Tiga Kecamatan di Sumenep Jadi Sarang Mafia Pita Cukai dan Rokok Bodong

- Redaksi

Selasa, 17 Juni 2025 - 19:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep||https://Angkatberita.id-Keberadaan Pabrik Rokok di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang dikabarkan tidak pernah beroperasi dan sudah dilaporkan terus mendapat sorotan.

Pabrik rokok tersebut tersebar di beberapa kecamatan, namun ada Tiga kecamatan yang mendominasi yakni, Kecamatan Ganding, Lenteng dan Guluk-Guluk.

Tiga Kecamatan ini yang disinyalir menjadi sarangnya mafia rokok bodong dan pabrik rokok yang hanya beternak pita cukai.

“Ada saatnya saya ungkap ke publik siapa saja para mafia pita cukai maupun rokok bodong yang berada di tiga kecamatan ini, ” Ucap Bambang kepada media ini. Selasa (17-6-2025).

Bambang menyebutkan dirinya masih menunggu respon dari laporan yang dirinya sampaikan kepada Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai seperti apa tindak lanjutnya.

Baca Juga :  Gadis 14 Tahun di Sampang Alami Trauma Setelah Diduga Menjadi Korban Penyekapan dan Pemerkosaan

“Saya sengaja menunggu respon mereka, kalau dalam 30 hari kerja tidak ada tindakan, saya akan laporkan tindak pidana pencucian uangnya kepada pihak yang berwenang,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu aktivis yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura resmi melaporkan ratusan pabrik rokok yang disinyalir hanya beternak pita cukai ke Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai.

Menurut Bambang Suyitno selaku pelapor, ratusan pabrik rokok tersebut tersebar hampir di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep.

“Saya sudah mengirim berkas pelaporan terkait dugaan keberadaan pabrik rokok yang hanya beternak pita cukai, paling banyak di kecamatan Lenteng, Ganding, Guluk-Guluk dan pasongsongan,” Ucapnya. Senin (16-6-2025).

Tidak hanya pabrik rokok yang beternak pita cukai, aktivis asal Lenteng ini juga melaporkan pabrik yang memproduksi rokok ilegal alias bodong yang sudah merugikan negara ratusan miliar setiap tahunnya.

Baca Juga :  Sekelas Kasi di RSUD Sumenep Kalahkan Tunjangan Kadis

“Saat ini banyak ” Sultan” dadakan di Sumenep, mereka sudah membodohi negara selama bertahun-tahun dengan cara beternak pita cukai dan memproduksi rokok bodong, “terangnya.

Dirinya berharap, dengan adanya laporan tersebut dapat menjadi landasan bagi Kementerian Keuangan Dirjen Bea dan Cukai untuk mengambil langkah hukum yang lebih tegas dengan cara menutup permanen pabrik rokok tersebut.

“Saatnya berbenah, realitas di lapangan sangat mengecewakan. Banyaknya pabrik rokok di sumenep tidak berdampak sama sekali kepada masyarakat, yang ada hanya memperkaya para pemilik pabrik itu sendiri,” pungkasnya.(Asm)

Berita Terkait

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Berita Terbaru