Breaking News

“Telepon Tengah Malam hingga Video Call Misterius”: Pengakuan Anggota DPRA Aceh

Martini menyebut menerima telepon gelap, ajakan bertemu tengah malam, hingga puluhan panggilan video dari nomor tak dikenal.

Angkat Berita - Redaksi
1 menit baca•659 tayangan

Aceh Timur/angkatberita.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Komisi V, Martini S,Pd., MH., mengaku menerima berbagai bentuk intimidasi setelah ikut membantu masyarakat memperjuangkan keadilan dalam kasus yang tengah viral di Kabupaten Aceh Timur.

Politikus Partai NasDem itu mengatakan teror mulai muncul setelah dirinya aktif mendampingi masyarakat dalam upaya mengungkap persoalan yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Setelah kami membantu masyarakat untuk menegakkan keadilan, muncul berbagai telepon misterius, ajakan bertemu tengah malam, hingga puluhan panggilan video dari nomor yang tidak dikenal,” kata Martini, Jumat, 8 Mei 2026.

Martini menyebut intimidasi tersebut tidak akan menghentikan langkahnya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Menurut dia, risiko tekanan dan teror merupakan konsekuensi yang kerap muncul ketika seseorang berupaya mencari kebenaran.

“Saya tidak menggubris ataupun menanggapi hal-hal seperti itu. Sebagai anggota legislatif saja saya diteror, apalagi masyarakat biasa yang ikut membantu mencari kebenaran terkait persoalan yang sedang viral di media sosial di Aceh Timur,” ujarnya.

Ia menegaskan akan tetap berdiri bersama masyarakat dan meminta semua pihak menghentikan segala bentuk intimidasi maupun teror terhadap warga yang mencari keadilan.

Martini juga berharap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bijak dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku agar tidak menimbulkan keresahan publik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer