
SAMPANG (ANGKAT BERITA) — Keterbukaan informasi di Polres Sampang kembali Jadi pertanyaan, Kasat Narkoba yang baru dilantik, Yudha, masih tergolong baru, beberapa hari menjabat tercatat tidak merespon sejumlah upaya konfirmasi media terkait penanganan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Sampang.
Upaya konfirmasi dilakukan berulang kali melalui saluran komunikasi resmi, namun tidak mendapat jawaban, kondisi tersebut mendorong media ini meminta petunjuk langsung kepada Kapolres Sampang, namun, hingga berita ini diturunkan, Kapolres juga tidak memberikan respon.
Sikap bungkam para pejabat utama Polres Sampang tersebut memunculkan dugaan permasalahan negatif serta pemikiran yg kurang baik, khususnya di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap transparansi penanganan perkara narkotika yang rawan praktik penyimpangan.
Pemerhati hukum Agus Sugito menilai, sikap tidak responsif terhadap konfirmasi media merupakan kemunduran dalam prinsip keterbukaan institusi penegak hukum, menurutnya, pejabat kepolisian, terlebih yang baru dilantik, semestinya menunjukkan komitmen awal dengan membuka ruang komunikasi, bukan justru menghindar.
“Kalau konfirmasi soal penangkapan narkoba saja tidak direspon, wajar jika publik curiga, transparansi itu bukan pilihan, tapi kewajiban,” kata Agus, Sabtu (31/01)
Ia menegaskan, lebih mengkhawatirkan lagi ketika konfirmasi sudah diarahkan ke Kapolres namun tetap tidak digubris. “Ini bukan lagi soal teknis komunikasi, tapi soal kemauan institusi untuk diawasi publik,” ujarnya.
Agus juga mengingatkan agar aparat tidak terjebak pada pola lama yang merusak kepercayaan masyarakat. “Jangan sampai muncul kesan, kasus-kasus tertentu ditutup rapat, sementara jika menyangkut kepentingan yang ‘basah-basah’ justru pendekatannya persuasif dan cepat direspon. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” tegasnya.
Menurut Agus, sikap diam aparat justru memperbesar spekulasi negatif, termasuk dugaan lemahnya pengawasan internal terhadap penanganan perkara narkoba, ia menilai, Polri seharusnya menjadikan media sebagai mitra kontrol, bukan pihak yang dihindari.
Hingga berita ini diterbitkan, Kasat Narkoba dan Kapolres Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait alasan tidak merespon konfirmasi media.

Komentar