SPPG Yayasan Darun Najah Jrengik Disorot: Hak Gizi Siswa Diduga Berkurang, Anggaran Tak Sesuai Realita

- Redaksi

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (ANGKAT BERITA) Program Santunan Pangan Peserta Didik (SPPG) di bawah Yayasan Darun Najah Jrengik menjadi sorotan tajam warga.

Hal ini lantaran menu makanan yang disajikan kepada pelajar dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang sudah ditetapkan pemerintah.

Setiap siswa idealnya menerima jatah makan senilai Rp15.000 per porsi. Dengan rincian: Rp2.000 untuk profit yayasan penyelenggara, Rp3.000 untuk pekerja, dan Rp10.000 harus kembali dalam bentuk menu untuk siswa.

Namun di lapangan, menu yang tersaji diduga jauh dari nilai Rp10.000. Warga menilai porsi dan kandungan gizinya sangat minim, bahkan tanpa adanya susu yang biasanya diberikan setiap hari sebagai tambahan nutrisi untuk anak-anak.

Baca Juga :  Polsek Menggala Didesak Warga  Segera Tangkap Pelaku Para Pencurian Motor  Di Gang Diduk Kecamatam Menggala  

Ketua Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI), Achmad menilai ketidaksesuaian ini merupakan bentuk pengurangan hak siswa untuk mendapatkan asupan gizi yang layak.

“Kalau hak makanan siswa saja sampai dikurangi, apa yang bisa kita harapkan? Anggaran sudah jelas Rp10 ribu untuk anak-anak, tapi fakta lapangan tidak mencerminkan itu, bahkan susu yang seharusnya rutin diberikan pun hilang. Ini harus segera diusut,” tegasnya, Rabu (29/10/2025).

Ia menegaskan, jika benar ada pihak yang mengambil keuntungan dengan mengurangi porsi makanan siswa, itu dapat disebut sebagai praktik menyimpang dalam pengelolaan program yang menyangkut masa depan generasi bangsa.

Baca Juga :  Sumenep Masuk Dua Besar Kasus Infertilitas di Madura, RSIA Ferina Gelar Seminar di Hotel Myze

Media ini telah berupaya menghubungi Camat Jrengik untuk meminta kontak Kepala SPPG Yayasan Darun Najah, namun pak camat berdalih tidak punya, malah di kasih nomor Koramil , redaksi juga terus berusaha meminta klarifikasi resmi dari pihak yayasan sebagai penyelenggara program.

Warga berharap pihak pemerintah daerah dan penegak hukum menyikapi serius persoalan ini, karena menyangkut hak gizi pelajar yang menjadi tanggung jawab negara.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Berita Terbaru