Sampang||angkatberita.id – Kinerja Kepala Bidang Pengelolaan Air Bersih, Dinas PUPR Siti Muatifah, kini berada dalam sorotan tajam publik, dikenal akan tugas pentingnya dalam mengawasi proyek-proyek infrastruktur dibidangnya, Muatifah (Atik) justru terkesan mengabaikan tanggung jawabnya terkait proyek drainase yang dikerjakan oleh CV Nuri Bahana, yang diduga dilakukan secara sembarangan mungkin dianggap hal ini sudah biasa dilakukan dan mulus mulus tanpa kendala.
Wartawan yang mencoba mengonfirmasi terkait pelaksanaan proyek ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan jawaban dari Siti Muatifah. Konfirmasi yang diajukan tidak mendapat respons, menimbulkan pertanyaan besar mengenai profesionalisme dan komitmen dinas PUPR dalam menjaga kualitas proyek yang menggunakan anggaran publik, guna memajukan kabupaten Sampang.
“Ketidakpedulian Siti Muatifah dan timnya terhadap proyek ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kualitas infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat. Proyek drainase yang dikerjakan dengan asal-asalan ini tidak hanya merugikan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari,” ungkap salah satu aktivis lokal yang enggan disebutkan namanya.
Dari pantauan awak media, kondisi drainase yang tidak sesuai spesifikasi, dan ada proses yang diabaikan dalam pemasangan U-DITCH nya, dikawatirkan akan tidak bertahan lama
Tindakan Siti Muatifah yang seakan membiarkan pelaksanaan proyek ini tanpa ada tindak lanjut menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat.
Pemerintah daerah, terutama Dinas PUPR, sebagai leading sector, diharapkan segera turun tangan untuk melakukan audit terhadap proyek ini dan memberikan penjelasan transparan kepada publik.
Masyarakat menuntut agar Siti Muatifah tidak hanya berdiam diri dikursi empuk dan ruangan ber AC tetapi juga mengambil langkah konkret turun dan sangsi pelaksana tersebut untuk memperbaiki situasi, jika ditemukan bermasalah, proses sesuai aturan, paparkan ke publik..
“Sangat disayangkan jika seorang kepala bidang yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengelolaan infrastruktur air bersih justru terkesan lepas tangan. Ini harus segera diatasi sebelum masalah ini semakin membesar,” tambah aktivis tersebut.Rabu 03/10/24
Kami mendesak Siti Muatifah untuk segera memberikan klarifikasi dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana proyek yang tidak memenuhi standar. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan infrastruktur yang layak.







Komentar