Proyek Perkerasan Jalan Desa Gemuruh Disorot: Anggaran Rp 19 Juta, Kualitas Diduga Asal Jadi

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 09:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Jabung Barat (ANGKAT BERITA) – Proyek perkerasan jalan di Desa Gemuruh, Kecamatan Tungkal Ulu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menjadi sorotan masyarakat, berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpampang di lokasi, proyek tersebut menggunakan anggaran Rp 19.223.550 dari sumber dana BK Tahun Anggaran 2025.

Volume pekerjaan tertulis 100 x 3,00 x 0,15 meter, dilaksanakan oleh TPK Desa Gemuruh dengan waktu pelaksanaan 30 hari kalender, namun kondisi jalan yang dikerjakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi tersebut.

Pantauan langsung di lapangan pada 30 Oktober 2025 di Jalan Lintas Sumatera, Pelabuhan Dagang, menunjukkan bahwa jalan hanya ditaburi material batu kerikil kasar tanpa pemadatan memadai. Ketebalan perkerasan pun tidak merata, bahkan pada beberapa titik sudah tampak kembali tanah dasar jalan.

Baca Juga :  BEM STITA Bersama Ormawa Sukses Gelar Gebyar Lomba STITA EXPO 2026, Diikuti Ratusan Pelajar se-Sumenep

Warga menilai pengerjaan tidak dilakukan melalui tahapan teknis yang benar.

“Kalau begini, hujan sedikit saja jalan ini akan kembali rusak. Batu-batunya bisa hilang terbawa air,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat juga mempertanyakan sistem pengawasan, mengingat pada papan proyek tertulis bahwa pengawas adalah masyarakat, namun sebagian besar warga justru tidak mengetahui standar teknis maupun batasan kualitas yang seharusnya diterapkan dalam proyek perkerasan jalan.

Baca Juga :  Pengecatan SMPN 2 Gondangwetan Hampir Rampung, Satgas TMMD Ke-127 Kebut Finishing

Seorang aktivis pemerhati pembangunan  meminta pemerintah daerah dan inspektorat turun untuk memeriksa mutu serta kecukupan volume pekerjaan.

“Ini uang negara bukan untuk dikerjakan asal jadi. Kalau ada dugaan pengurangan material atau mark up, harus diperiksa tuntas,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintahan Desa Gemuruh maupun TPK pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan tersebut.

Warga berharap pemerintah desa benar-benar memastikan kualitas pembangunan agar akses jalan yang dibutuhkan masyarakat dapat bertahan lama dan tidak mubazir anggaran.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru