Pelaksanaan Festival Tong-Tong di Sumenep Tuai Kritik Pedas Warga: “Acara Hura-Hura, Ibadah Terganggu”

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dikecam: di bawah kepemimpinan Kadisbudporapar M. Iksan pelaksanaan event selalu menuai kritik

Sumenep, angkatberita.id – Event Festival Musik Tong-Tong yang digelar Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep kembali menuai sorotan. Bukan pujian yang diperoleh, melainkan hujan kritik dari publik yang menilai pelaksanaan event tersebut amburadul dan mengesampingkan ketertiban serta nilai-nilai keagamaan masyarakat.



‎Video suasana festival yang beredar di media sosial memicu ratusan komentar pedas. Banyak netizen kecewa karena musik tidak dihentikan saat memasuki waktu salat Subuh, bahkan disebut tetap bergema keras saat azan berkumandang, Selasa (21/10/2015).



‎ “Di kondisikan juga kalau sudah mau azan subuh, diberhentikan dulu sampai selesai salat subuh… soalnya dekat sama masjid,” tulis akun mainan Adelia, menuai dukungan dari warganet lainnya.



‎Tak hanya soal waktu pelaksanaan yang dianggap tidak menghormati waktu ibadah, netizen juga menuding panitia Disbudporapar tidak profesional. Beberapa komentar menyebut setiap event besar yang digelar Pemkab Sumenep selalu berakhir kacau dan mengganggu aktivitas warga.



‎ “Setiap ada event di Sumenep selalu berakhir seperti ini. Kenapa panitia event di Sumenep semuanya gak ada yang beres sih,” sindir akun Obet Slo, disertai emotikon tawa getir.





‎Komentar lain menyebut, acara yang seharusnya menjadi ajang promosi budaya malah menjadi sumber kemacetan dan gangguan ketertiban umum.



‎Warganet juga mempertanyakan efektivitas rute festival yang disebut pendek, tetapi pelaksanaan molor hingga dini hari.



‎“Rute pendek tapi kok tetap masih Subuh belum selesai,” kritik akun Liya.







‎Kekecewaan publik itu memperlihatkan ketidakpuasan terhadap penyelenggaraan event yang menggunakan anggaran daerah, namun dinilai tidak mengedepankan kenyamanan masyarakat.



‎Desakan evaluasi terhadap Disbudporapar Sumenep semakin menguat. Banyak pihak menilai, festival budaya tidak boleh mengabaikan nilai kearifan lokal serta adab terhadap waktu ibadah.



‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Disbudporapar Sumenep terkait gelombang kritik tersebut.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Berjamaah Proyek Lapen Sampang Sebut Nama Pemberi Perintah dan Penerima Uang

 

 

Baca Juga :  Harumkan Nama Sumenep, Siswi SMP Integral Lukman Hakim Raih Juara Olimpiade Matematika Se-Madura

Penulis: Redaksi

 

Berita Terkait

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru