Sumenep, angkatberita.id- Pelayanan Puskesmas Bluto kembali menjadi sorotan tajam. Seorang pasien berinisial H, warga Desa Bluto, meninggal dunia setelah menunggu proses rujukan selama hampir empat jam, yang menurut keluarga pasien terjadi akibat kelalaian dan lambannya penanganan petugas medis.
Keluarga korban, Hariyono, menyebut pelayanan Puskesmas Bluto sangat buruk dan diduga kuat menjadi penyebab meninggalnya H.
“Ini jelas dugaan kelalaian pihak Puskesmas. Kami sangat kecewa. Pasien seharusnya dirujuk sejak pukul 08.00, tapi tidak juga dilakukan sampai akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 12.00,” tegasnya.
Menurut keluarga, pasien masuk Puskesmas pada Senin, 22 November 2025 pagi dan didiagnosis mengidap kencing manis. Pemeriksaan kedua menyatakan pasien juga mengalami gangguan lambung dan paru-paru.
Petugas memutuskan pasien harus dirujuk ke rumah sakit, dan keluarga sudah menyetujui tanpa keberatan. Namun, proses rujukan tidak kunjung dieksekusi.
“Petugas selalu berdalih masalah administrasi. Kalau itu cuma soal berkas, bisa menyusul. Ini menyangkut nyawa. Kenapa dibiarkan menunggu hingga ajal menjemput?” ujarnya dengan nada kecewa.
Kekecewaan keluarga semakin memuncak ketika pasien mengalami sesak napas. Mereka menilai respons petugas sangat lambat.
“Ketika dipasang oksigen, tidak ada reaksi sama sekali. Kami curiga tabungnya kosong. Bagaimana mungkin fasilitas emergensi seperti oksigen tidak siap?” tambah Hariyono dengan nada geram.
Kepala Puskesmas Bluto, dr. Rifmi Utami, membantah adanya kelalaian. Ia menegaskan bahwa pasien sudah menjalani penanganan sesuai standar observasi pra-rujukan.
“Pasien sudah dipasang infus, diberikan oksigen, dan obat emergensi. Tim kami juga sedang menangani satu kasus emergensi lain yang dirujuk bersamaan, sehingga proses rujukan pasien H dilakukan sambil stabilisasi kondisi medisnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Namun, dia mengakui bahwa kondisi pasien memperburuk secara cepat.
“Kami sudah berupaya maksimal, tetapi kondisi pasien tidak dapat dipertahankan. Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga,” tuturnya.
Terlepas dari klarifikasi pihak puskesmas, keluarga korban tetap mendesak agar kasus ini diusut tuntas.
“Kami ingin kebenaran. Jika ada kelalaian, harus ada pertanggungjawaban. Jangan sampai kejadian seperti ini menimpa pasien lain,” kata Hariyono. (Yf)

Komentar