Sampang||angkatberita.id – Lembaga yang seharusnya menjadi penjaga netralitas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sampang, kini menjadi sorotan. Bukannya sigap menindaklanjuti laporan, justru respons Ketua Bawaslu Sampang, Muhalli, membuat publik merasa seperti berbicara dengan tukang minta-minta yang hanya mampu mengucapkan terima kasih.
Kasus yang mencuri perhatian terjadi ketika sebuah laporan pengrusakan salah satu banner calon Pilkada dikirimkan ke Bawaslu. Tak tanggung-tanggung, laporan tersebut dilengkapi dengan dua video sebagai bukti nyata pelanggaran. Namun, alih-alih langsung bergerak, Muhalli, dengan lugas dan santainya, hanya mengucapkan, “Terima kasih atas informasinya.”
Bayangkan, ketika ditanya lebih lanjut soal tanggapan atas video tersebut, jawabannya tak kunjung datang. Hingga berita ini dinaikkan, Bawaslu tampaknya masih sibuk merenungi informasi tersebut tanpa tindakan konkret.
Ini menimbulkan pertanyaan: apakah tugas Bawaslu hanya berterima kasih atas laporan masyarakat, atau memang sudah puas hanya mendengarkan keluhan tanpa berbuat apa-apa? Kalau begitu, lebih baik Bawaslu mengganti slogannya menjadi “Terima Kasih Sudah Melapor, Sampai Jumpa Lagi!”
Banyak pihak merasa kecewa karena seharusnya lembaga ini bisa bertindak lebih dari sekadar mengumpulkan laporan. Dengan kinerjanya yang seperti ini, muncul lelucon bahwa Bawaslu lebih mirip lembaga amal yang sekadar menampung informasi ketimbang institusi penegak aturan Pemilu.
Bawaslu ada, namun seolah tiada. Masyarakat tentu berharap ke depannya, Bawaslu bisa bekerja lebih profesional dan tidak hanya berfungsi sebagai tukang minta informasi yang tak memberikan tanggapan berarti.








Komentar