Banjir Meluapnya Sungai Rupit ,Tiga Jembatan Gantung Putus,Ini Pesan Camat Rupit

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MURATARA,Angkatberita.id-Akibat banjir  meluapnya air sungai Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara, menyebabkan tiga jembatan gantung di Kecamatan Rupit putus diterjang derasnya arus sungai. Ketiga jembatan tersebut yakni jembatan gantung Desa Tanjung Beringin, Desa Noman, dan Desa Batu Gajah.

Selain merusak infrastruktur, bencana ini juga menimbulkan kerugian besar bagi warga. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan terendam hingga menjadi rusak,selain itu, peralatan rumah tangga seperti kulkas, televisi, dan berbagai barang elektronik lainnya ikut terdampak.

Saat ini sebagian warga yang terdampak banjir sudah mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir. Namun, sebagian lainnya masih bertahan di lokasi pengungsian karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk ditempati.

Baca Juga :  Tinjau Langsung di Lapangan, Ditjen Strahan Kemhan RI Lakukan Kunjungan Kerja Dalam Rangka Monitoring dan Evaluasi Satgas di Perbatasan

Camat Rupit, Febri Mashudi Pranata, menyampaikan bahwa sejak Rabu, 7 Mei 2026 hingga hari ini, berdasarkan hasil pemantauan lapangan tercatat satu kelurahan dan 12 desa di Kecamatan Rupit terendam banjir. Bencana tersebut berdampak kepada sedikitnya 6.118 kepala keluarga (KK).

Ia menjelaskan, putusnya tiga jembatan gantung di Tanjung Beringin, Noman, dan Batu Gajah disebabkan tingginya debit air yang melampaui lantai jembatan disertai arus sungai yang sangat deras. Pemerintah kecamatan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, tenang, tidak panik, serta menjaga keselamatan anak-anak dan lansia di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan

Baca Juga :  PPLB & All Community Gelar Pembinaan Spektakuler Di Penawar Rejo “Polri Hadir, Masyarakat Guyub, Kondusifitas Nomor Satu!”

Sementara itu, salah seorang warga Desa Batu Gajah, Baru Efendi Gaul, mengaku banjir kali ini merupakan yang terparah sepanjang hidupnya. Ia mengatakan rumahnya baru pertama kali terendam dengan ketinggian air yang sangat dalam

“Selain banyak harta benda yang rusak, kondisi ini juga sangat melelahkan dan membuat pikiran menjadi pusing,” ungkapnya.Jumat (8/5/2026)

Berita Terkait

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Kelurahan Kraton Sajikan Konsep Kerohanian Warnai HUT RI ke-81.
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
Kolaborasi Budaya Melayu-Tionghoa Tutup Meriah Pentas Bhineka Kebangsaan, Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Kelurahan Kraton Sajikan Konsep Kerohanian Warnai HUT RI ke-81.

Berita Terbaru