Sampang||angkatberita.id – Belum lama ini Sebuah pemandangan yang memprihatinkan terlihat di Puskesmas Mandangin, Sampang, di mana limbah medis berserakan tanpa penanganan yang tepat.
Limbah medis yang semestinya ditangani secara hati-hati dan sesuai dengan prosedur kesehatan yang ketat, ditemukan dibiarkan begitu saja di sekitar area puskesmas Mandangin.
Kejadian ini tidak hanya memicu kekhawatiran publik, tetapi juga menjadi bukti nyata dari kelalaian pengelolaan limbah medis di fasilitas kesehatan tersebut.
Tim gabungan aktivis sosial Sampang (GASS) yang selama ini getol memperjuangkan isu kesehatan dan Sosial masyarakat, telah mengambil langkah tegas dengan melayangkan surat resmi kepada Dinas Kesehatan Sampang pada tanggal 29 Juli 2024.
Surat ini berisikan beberapa tuntutan klarifikasi yang ditujukan langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan Sampang terkait dengan buruknya penanganan limbah medis di Puskesmas Mandangin, hingga saat ini, hampir sebulan berlalu, namun belum ada respons resmi yang diberikan oleh pihak dinas.
Surat yang dilayangkan oleh tim aktivis tersebut memuat beberapa poin penting yang menjadi sorotan utama, di antaranya:
Prosedur Standar Penanganan Limbah Medis: Aktivis meminta klarifikasi tentang prosedur standar apa yang diterapkan di Puskesmas Mandangin dalam menangani limbah medis, apakah ada protokol khusus yang seharusnya diikuti oleh petugas kesehatan? Mengingat bahayanya limbah medis jika tidak dikelola dengan benar, hal ini menjadi pertanyaan mendesak.
Alasan Limbah Medis Sering Berserakan: Mengapa limbah medis seperti Bekas Obat Habis Pakai, perban bekas, dan benda berbahaya lainnya dibiarkan berserakan sebelum dibungkus dan disimpan dengan benar? Pertanyaan ini menyoroti potensi ancaman kesehatan bagi masyarakat di sekitar puskesmas, terutama bagi anak-anak dan warga yang tidak menyadari bahaya limbah medis.
Kebijakan Pengiriman Limbah Medis Bersama Penumpang Umum: Aktivis juga menyoroti kebijakan pengiriman limbah medis dari pulau mandangin ke Sampang yang disatukan dengan penumpang umum, kebijakan ini tidak hanya membahayakan kesehatan penumpang, tetapi juga melanggar standar keselamatan yang seharusnya diterapkan dalam transportasi limbah berbahaya.
Langkah-langkah Perbaikan: Surat tersebut juga menuntut Dinas Kesehatan untuk mengungkapkan langkah-langkah konkret apa yang akan diambil guna memperbaiki sistem penanganan limbah medis agar lebih aman dan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.
Namun, hingga saat ini, semua tuntutan tersebut belum mendapat jawaban dari pihak Dinas Kesehatan Sampang. Ketidakjelasan ini menimbulkan kesan bahwa dinas tidak serius dalam menangani masalah yang menyangkut keselamatan publik ini.
Apakah surat resmi dari tim Gabungan aktivis Sosial Sampang ( GASS) hanya dianggap angin lalu? Mengapa Dinas Kesehatan Sampang seolah-olah menyepelekan persoalan yang seharusnya menjadi prioritas utama?
Upaya konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan juga menemui jalan buntu. Media ini telah berulang kali berusaha menghubungi pihak dinas, namun tidak ada tanggapan yang diberikan. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada kelalaian sistematis dalam pengelolaan limbah medis di Sampang.
Persoalan limbah medis bukanlah isu yang bisa dianggap remeh. Menurut peraturan yang berlaku, penanganan limbah medis harus dilakukan dengan standar yang sangat ketat demi melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Kelalaian dalam hal ini bisa dikenai sanksi hukum yang serius, mengingat bahaya yang dapat ditimbulkan oleh limbah medis yang tidak dikelola dengan baik, termasuk risiko infeksi dan penyebaran penyakit.
Apakah Dinas Kesehatan Sampang hanya sibuk mengurusi anggaran tanpa memperhatikan pelaksanaan di lapangan? Apa yang sebenarnya sedang diurusi oleh dinas selama ini, jika isu sepenting penanganan limbah medis saja diabaikan?
Aktivis sosial Sampang menegaskan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai ada jawaban yang jelas dan langkah-langkah nyata dari Dinas Kesehatan Sampang untuk memperbaiki kondisi ini. Mereka juga mempertimbangkan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan atau tanggapan resmi dari pihak terkait. 21/08
Kejadian ini menjadi sorotan penting bagi masyarakat Sampang untuk terus mengawasi kinerja Dinas Kesehatan setempat. Keselamatan dan kesehatan publik tidak boleh dikorbankan karena kelalaian atau ketidakseriusan dalam menangani isu yang berkaitan dengan limbah medis.
Dinas Kesehatan Sampang diharapkan segera memberikan klarifikasi dan menunjukkan langkah-langkah perbaikan yang nyata sebelum masalah ini semakin memburuk. Warga Sampang berhak mendapatkan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman bahaya limbah medis yang berbahaya.








Komentar