Humas Bea Cukai Madura Sebut Cahaya Tak Produksi, GASI: “Itu Bullshit!”

- Redaksi

Selasa, 26 Agustus 2025 - 08:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sidoarjo, angkatberita.id – Pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan yang disinyalir menjadi pusat produksi, masih jauh panggang dari api.

Alih-alih menurun, rokok tanpa izin resmi justru makin mudah ditemui di pasar tradisional hingga warung kelontong.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: ke mana Bea Cukai Jatim dan Bea Cukai Madura? Padahal, praktik rokok ilegal jelas merugikan negara miliaran rupiah dari sektor pajak dan cukai.

Alih-alih menunjukkan ketegasan, kedua institusi tersebut justru dinilai melempem, dugaan publik semakin keras ketika muncul informasi bahwa sejumlah gudang rokok ilegal dijadikan “ATM berjalan” oleh oknum aparat cukai, sejumlah laporan media sepanjang Agustus 2025 bahkan mengungkap adanya setoran pengamanan dari produsen ilegal kepada aparat.

Baca Juga :  BPJN Perbaiki Jalan Rusak Akibat Longsor di Lintas Pematang Tembeso.

Kasus paling mencolok adalah rokok merek Cahaya yang diproduksi di Pamekasan, rokok ini beredar luas menggunakan pita cukai yang tidak sesuai: tercantum 10 batang, namun isi sebenarnya 16 batang, fakta itu sudah dikantongi Kasi Intel BC Kanwil Jatim I, Widyas Baruna, saat audiensi dengan Gabungan Aktivis Sosial Indonesia (GASI).

Namun, janji penindakan yang dilontarkan pada audiensi pertama ternyata hanya sebatas retorika, hingga kini, tak ada tindakan nyata.

Ketua Koordinator GASI, Achmad Rifai, menilai publik wajar kecewa.

“Rokok Cahaya Pro sudah jelas melanggar aturan, tapi tetap dibiarkan beredar, kalau Bea Cukai tidak berani menindak, sama saja melindungi,” tegas Achmad.

Lebih ironis lagi, meski terbukti menyalahi aturan, PR. Cahaya Pro justru sempat menerima penghargaan dari Bea Cukai Madura, pernyataan Humas Bea Cukai Madura, Andru, bahwa “PR. Cahaya sudah tidak produksi” pun dianggap mengada-ada. Faktanya, rokok Cahaya masih beredar bebas di pasaran.

Baca Juga :  Satgas Yonif 700/WYC Berbagi Buku dan Pakaian di Kampung Yenggernok, Warga: “Kami Sangat Terbantu”

Bagi GASI, pernyataan itu tak lebih dari bentuk manipulasi publik.

“Pernyataan humas Bea Cukai itu bullshit, faktanya rokok masih beredar mulus, publik jangan dibohongi!” seru Ahmad Rifai.

Dalih Bea Cukai bahwa penghargaan yang diberikan tidak ada kaitannya dengan pelanggaran cukai hanya mempertebal kecurigaan publik adanya praktik pembiaran.

Tak puas dengan jawaban setengah hati, GASI memastikan akan membawa persoalan ini ke level nasional.

“Jika aparat daerah tak berani menindak, kami akan bawa masalah ini ke Senayan,” pungkas Ahmad Rifai usai audiensi kedua bersama Bea Cukai Jatim dan Bea Cukai Madura, Senin (25/8/2025).

( BBG)

Berita Terkait

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru