Proyek Beton Rp 3 Miliar di Jalan Labuhan – Bundah Disorot, Kadis & Kabid PUPR Sampang Kompak Bungkam

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 00:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua pejabat PUPR Sampang, Muhammad Siz (kiri) dan Amirul (kanan). Mereka diingatkan agar tidak bungkam ketika menyangkut kepentingan publik dan penggunaan uang rakyat

Sampang (ANGKAT BERITA)  Proyek peningkatan struktur jalan Labuhan–Bundah senilai hampir Rp 3 miliar kembali menuai sorotan tajam, alih-alih memberikan penjelasan terbuka, Kepala Dinas PUPR Sampang Muhammad Siz dan Kabid PUPR Amirul justru sepakat bungkam saat dikonfirmasi terkait sejumlah temuan di lapangan.

Proyek dengan nilai Rp 2.985.592.939,25 ini dikerjakan oleh CV. Ardan Karya, beralamat di Jl. Selong Permai 2 A No. 1 RT. 002 RW. 009 Kel. Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, proyek tersebut merupakan salah satu program peningkatan infrastruktur jalan strategis kabupaten.

Pantauan di lapangan memperlihatkan indikasi pelaksanaan teknis yang jauh dari standar konstruksi, besi wiremesh tidak diangkat, melainkan langsung dicor dalam posisi menempel di atas lapisan plastik, bukan berada di tengah struktur beton sebagaimana mestinya.

Praktik seperti ini membuat fungsi wiremesh sebagai tulangan menjadi lemah, yang pada akhirnya berdampak pada daya tahan jalan, tidak hanya itu, wiremesh yang dipakai juga terlihat berkarat, sehingga sangat diragukan kelayakannya dari sisi mutu dan keamanan struktur.

Baca Juga :  Gotong Royong Pemuda Karang Taruna dan Warga Banjar Tabulu Perbaiki Jalan Poros Desa

Muncul pertanyaan salah satu masyarakat Setempat inisial EF, apakah dalam RAB dan kontrak proyek ini memang hanya direncanakan menggunakan wiremesh M6, padahal anggaran mencapai hampir Rp 3 miliar, jika benar demikian, maka patut diduga ada kelemahan serius dalam perencanaan dan pengawasan proyek.

Pemerhati kebijakan publik Roif Fitrianto ST dengan tegas menyayangkan sikap bungkam para pejabat PUPR tersebut. Menurutnya, seorang pejabat publik seharusnya berani memberi penjelasan karena dana yang dipakai adalah uang rakyat.

“Kalau Kadis dan Kabid PUPR memilih bungkam di tengah temuan teknis seperti ini, maka wajar publik curiga, ini proyek bernilai miliaran, bukan proyek kecil,” tegas Roif Jumat (10/10)

“Diam bukan jawaban, bungkam bukan bukti profesional, justru ini sinyal lemahnya tanggung jawab publik dari pejabat teknis, kalau cara kerja seperti ini terus dibiarkan, jangan heran kalau proyek cepat rusak,” lanjutnya.

Baca Juga :  RSUD Sumenep Jemput Bola ke SLB, Edukasi Kesehatan untuk Difabel Tak Lagi Sekadar Wacana

Roif juga mengultimatum bahwa jika tidak ada kejelasan dan transparansi, proyek ini terancam akan dilaporkan ke pihak berwenang agar diusut tuntas.

“Kalau tidak ada tindakan tegas dan transparansi, kami akan dorong pelaporan resmi, ini bukan sekedar kritik, ini soal tanggung jawab terhadap uang rakyat,” ujarnya.

Selain mendesak PUPR, Roif juga meminta Bupati Sampang agar tidak menutup mata terhadap persoalan ini.

“Bupati harus berani menilai kinerja Kepala Dinas dan Kabid PUPR, kalau mau membangun Sampang dengan benar, jangan biarkan pejabat teknis bekerja seenaknya tanpa transparansi dan tanggung jawab,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan tidak akan maju jika orang-orang yang duduk di posisi strategis hanya pandai mengelola anggaran tetapi tidak mampu menjaga mutu dan akuntabilitas pekerjaan, sampai berita ini dirilis, media ini berusaha menelfon Muhammad Ziz, dan Amirul belum juga di angkat.

Berita Terkait

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Rayakan HUT ke-25, Demokrat Muratara Turun ke Desa Gelar Gotong Royong dan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Berita Terbaru