
Pamekasan ( ANGKAT BERITA) Rotasi besar-besaran pejabat pimpinan tinggi pratama yang digelar Pemerintah Kabupaten Pamekasan pada Selasa (18/11/2025) memantik perhatian tajam publik.
Sebanyak 21 pejabat dilantik, namun sorotan utama mengarah pada empat figur kunci yang sebelumnya memegang jabatan strategis: Masrukin, Amin Jabir, Muharram, dan dr. Raden Budi Santoso, Sp.M.
Perubahan paling mencolok terjadi pada Masrukin, S.Sos., M.Si.
Sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) posisi puncak dalam struktur birokrasi, Masrukin kini ditempatkan sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Perpindahan dari kursi pengendali utama OPD ke posisi staf ahli memunculkan berbagai interpretasi di kalangan internal pemerintahan.
Sorotan berikutnya tertuju kepada Amin Jabir, ST, yang sebelumnya memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya, dinas yang selama ini menjadi garda depan pembangunan fisik dan tata ruang Pamekasan.
Dalam rotasi ini, ia dialihkan ke Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, pergeseran dari dinas teknis ke jabatan analitis bernuansa politik ini dinilai menjadi salah satu langkah paling mengejutkan.
Tokoh lain yang tak kalah disorot adalah Muharram, ST, sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) dinas yang mengelola program besar seperti penataan permukiman dan pembangunan perumahan Muharram kini memimpin Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Posisi ini dikenal sensitif karena bersinggungan langsung dengan stabilitas harga kebutuhan pokok, gejolak pasar, dan distribusi barang penting.
Di sektor kesehatan, nama dr. Raden Budi Santoso, Sp.M. juga menarik perhatian, sebelum dilantik, dr. Budi menjabat Direktur RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo, rumah sakit terbesar dan pusat rujukan utama di Pamekasan.
Dalam rotasi kali ini, ia ditempatkan sebagai Dokter Madya di rumah sakit yang sama, pergantian posisi dari kursi direktur ke fungsional dokter langsung menjadi bahan perbincangan di lingkungan kesehatan.
Selain nama-nama yang menjadi pusat perhatian, pelantikan juga menempatkan pejabat lain sebagai berikut:
H. Mohamad Alwi, S.Sos., M.Si. – Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Akhmad Zaini, M.Pd. – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Drs. Ach. Faisol – Inspektur Daerah
Achmad Saifudin, ST., MT. – Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja
Kusairi, SE – Kepala Dinas PMD
Sigit Priyono, AP., M.Si. – Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM
Drs. Fathorrochman, M.Si. – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian
Drs. Saudi Rahman, M.Si. – Kepala Dinas P3A–KB
Supriyanto, S.Sos., M.Si. – Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Akhmad Basri Yulianto, SH., M.Si. – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Muttaqin, S.Sos., M.Si. – Kepala Dinas Kominfo
Drs. Agus Budi Santoso, M.Si. – Kepala Dukcapil
Munapik, M.Pd.I. – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Drs. Abdul Fata, M.Si. – Kepala Dinas Perikanan
Herman Hidayat Santoso, ST., MM. – Kepala Dinas Sosial
Mohammad Yusuf Wibiseno, S.Sos., MM. Kepala Satpol PP dan Damkar
Pemkab menyebut rotasi ini sebagai bentuk penyegaran organisasi, namun pergeseran mantan Sekda, mantan kepala dinas teknis strategis, serta eks direktur RSUD dinilai sebagai dinamika yang akan menentukan arah kebijakan daerah dalam beberapa bulan ke depan.
Publik kini menunggu bagaimana tiga figur kunci, Masrukin, Amin Jabir, dan Muharram, beradaptasi dengan kursi barunya, serta bagaimana dr. Budi melanjutkan kiprahnya di lintas layanan kesehatan sebagai dokter fungsional.








Komentar