SAMPANG||ANGKATBERITA.ID -Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan perpipaan di Desa Taddan, Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang disinyalir Pengerjaanya asal asalan, jadi buah bibir dan dikeluhkan warga ke Lembaga Kesatuan Pengawasan Korupsi KPK RI Kabupaten Sampang
Proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan anggaran 197,890.000 dari DAU Earmark Bidang Kesehatan TA 2023 yang dikerjakan CV. FARADELA terletak di dusun sabiyan Desa Taddan, Kecamatan Camplong , Kabupaten Sampang tersebut terkesan mubazir. Pasalnya proyek tersebut hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Jumat 19/01/2024.

Menariknya, dari pantauan media terlihat jelas, di lokasi ditemukan hasil pekerjaan yang cukup menarik untuk ditelisik. Pasalnya,tandon yg sudah rampung pekerjaannya sekitar dua bulan tersebut sudah bocor sebelum digunakan, nampak rembesan air sebelah pojok Utara sangat terlihat kalo tandon tersebut bocor sebelum digunakan, penyambungan pipanya juga kurang pas, dipastikan kalo dialiri air nantinya akan bocor, menandakan pekerjaannya asal asalan, diduga kualitas bahan yg digunakan juga tidak sesuai Standart, mementingkan benefit daripada kualitas, sehingga bisa dibuat Bancakan.
Menurut keterangan warga setempat yang tidak maubdisebutkan namanya , ia membenarkan jika tandon air yang baru di bangun di dusun sabiyen tersebut tak memiliki nilai guna bagi Masyarakat setempat dan mulai sejak awal tandon terbangun tidak ada air dengan alasan yang di terima mengalami kebocoran hingga saat ini tidak dilakukan perbaikan, juga air bor tersebut rasanya tidak nyaman seperti lazimnya air yg dapat diminum, jadi hanya bisa digunakan ke sawah, jadi asas manfaat spam itu sendiri tidak nampak bagi masyarakat.
” ya itu baru di buat , tandon air itu sebenarnya tidak berfungsi bagi kami, karena memang tidak hidup , alasannya rusak atau bocor ,” ungkap warga setempat .

Hal tersebut mendapat tanggapan dari sekjen KPKRI Hariansyah, pihaknya menduga kalau pekerjaan ini tak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan negara untuk kebutuhan air minum masyarakat di Dusun Sabiyan.
“Wajar kalau rakyat mengeluh, mengingat asas manfaat SPAM ini hampir tak ada. Makanya dalam waktu dekat saya akan membawa laporan proyek ini kepada Aparat Penegak Hukum dan meminta dilakukan penyelidikan secara khusus bersama ahli, termasuk kelayakan air minum ini,” tukas Rian, Panggilan Akrabnya, sembari menambahkan, juga konstruksi pekerjaan ini apakah sudah sesuai spesifikasi teknis, karena setahu kami, kalu sudah ada pemasrahan dari pihak pelaksana, pastinya langsung dapat di gunakan, ini kok aneh sampe 2 bulan blm bisa di gunakan, ucapnya
Untuk itu pihaknya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) nantinya memanggil pelaksananya sebab proyek ini sudah selesai, karena yang masyarakat terima bukan air minum, tapi air khusus Sawah
“Hal begini kan patut di pertanyakan. Kasihan masyarakat di janjikan air bersih layak di konsumsi, tapi nyatanya tidak bisa karena rasanya lain” katanya.
“Dugaan proyek nakal seperti ini harus diungkap, agar tak ada lagi pekerjaan asal-asalan seperti Proyek SPAM di Desa Taddan ini,” tandasnya.
Perlu diketahui Sampai berita naik, Pihak media ini masih belum bisa mendapatkan contac person pihak CV FARADELA.






Komentar