Dikeluhkan Ke Lembaga KPKRI Karena Tak Berfungsi, Proyek SPAM CV FARADELA Di Desa Tadden Kecamatan Camplong 

- Redaksi

Sabtu, 20 Januari 2024 - 11:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG||ANGKATBERITA.ID -Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan perpipaan di Desa Taddan, Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang disinyalir Pengerjaanya asal asalan, jadi buah bibir dan dikeluhkan warga ke Lembaga Kesatuan Pengawasan Korupsi KPK RI Kabupaten Sampang

Proyek pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan anggaran 197,890.000 dari DAU Earmark Bidang Kesehatan TA 2023 yang dikerjakan CV. FARADELA terletak di dusun sabiyan Desa Taddan, Kecamatan Camplong , Kabupaten Sampang tersebut terkesan mubazir. Pasalnya proyek tersebut hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Jumat 19/01/2024.

Menariknya, dari pantauan media terlihat jelas, di lokasi ditemukan hasil pekerjaan yang cukup menarik untuk ditelisik. Pasalnya,tandon yg sudah rampung pekerjaannya sekitar dua bulan tersebut sudah bocor sebelum digunakan, nampak rembesan air sebelah pojok Utara sangat terlihat kalo tandon tersebut bocor sebelum digunakan, penyambungan pipanya juga kurang pas, dipastikan kalo dialiri air nantinya akan bocor, menandakan pekerjaannya asal asalan, diduga kualitas bahan yg digunakan juga tidak sesuai Standart, mementingkan benefit daripada kualitas, sehingga bisa dibuat Bancakan.

Baca Juga :  Negara “Kemalingan”, Bea Cukai Madura & APH Diduga Tutup Mata pada Peredaran Rokok Ilegal Milik Bos Tembakau Ganding

Menurut keterangan warga setempat yang tidak maubdisebutkan namanya , ia membenarkan jika tandon air yang baru di bangun di dusun sabiyen tersebut tak memiliki nilai guna bagi Masyarakat setempat dan mulai sejak awal tandon terbangun tidak ada air dengan alasan yang di terima mengalami kebocoran hingga saat ini tidak dilakukan perbaikan, juga air bor tersebut rasanya tidak nyaman seperti lazimnya air yg dapat diminum, jadi hanya bisa digunakan ke sawah, jadi asas manfaat spam itu sendiri tidak nampak bagi masyarakat.

” ya itu baru di buat , tandon air itu sebenarnya tidak berfungsi bagi kami, karena memang tidak hidup , alasannya rusak atau bocor ,” ungkap warga setempat .

Hal tersebut mendapat tanggapan dari sekjen KPKRI Hariansyah, pihaknya menduga kalau pekerjaan ini tak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan negara untuk kebutuhan air minum masyarakat di Dusun Sabiyan.

“Wajar kalau rakyat mengeluh, mengingat asas manfaat SPAM ini hampir tak ada. Makanya dalam waktu dekat saya akan membawa laporan proyek ini kepada Aparat Penegak Hukum dan meminta dilakukan penyelidikan secara khusus bersama ahli, termasuk kelayakan air minum ini,” tukas Rian, Panggilan Akrabnya, sembari menambahkan, juga konstruksi pekerjaan ini apakah sudah sesuai spesifikasi teknis, karena setahu kami, kalu sudah ada pemasrahan dari pihak pelaksana, pastinya langsung dapat di gunakan, ini kok aneh sampe 2 bulan blm bisa di gunakan, ucapnya

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Optimis Akatara Gas Facility Dongkrak APBD dan Penuhi Kebutuhan Energi Masyarakat

Untuk itu pihaknya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) nantinya memanggil pelaksananya sebab proyek ini sudah selesai, karena yang masyarakat terima bukan air minum, tapi air khusus Sawah

“Hal begini kan patut di pertanyakan. Kasihan masyarakat di janjikan air bersih layak di konsumsi, tapi nyatanya tidak bisa karena rasanya lain” katanya.

“Dugaan proyek nakal seperti ini harus diungkap, agar tak ada lagi pekerjaan asal-asalan seperti Proyek SPAM di Desa Taddan ini,” tandasnya.

Perlu diketahui Sampai berita naik, Pihak media ini masih belum bisa mendapatkan contac person pihak CV FARADELA.

Berita Terkait

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Berita Terbaru