GASS Desak Investigasi Dugaan Persekongkolan PIP, Karyawan BRI Jadi Korban Pemutusan Kontrak

- Redaksi

Rabu, 11 September 2024 - 02:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang||angkatberita.id – Gerakan Aktivis Sosial Sampang (GASS) melontarkan dugaan serius terkait adanya persekongkolan antara pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sampang dengan pihak sekolah dalam proses pencairan Program Indonesia Pintar (PIP). Dugaan ini mencuat setelah BRI tidak memperpanjang masa kerja salah satu karyawannya, yang diduga berkaitan erat dengan ketidakberesan dalam proses pencairan dana PIP.

Menurut GASS, terdapat pelanggaran prosedural yang dilakukan oleh pihak BRI dalam mekanisme pencairan dana tersebut.

Moh. Holil, salah satu aktivis senior GASS, menyatakan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya penyimpangan dalam proses pencairan PIP. “Kami menduga ada kerja sama antara oknum BRI dan pihak sekolah yang tidak sesuai prosedur.

Salah satu indikasi tersebut adalah keputusan BRI untuk tidak memperpanjang kontrak karyawannya yang mungkin mengetahui lebih jauh tentang persekongkolan ini,” ujarnya, Rabu (11/09/2024).

Holil menambahkan bahwa GASS telah mengantongi beberapa bukti yang menunjukkan adanya ketidakpatuhan BRI terhadap prosedur pencairan PIP, yang seharusnya berjalan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah. “Kami mencatat bahwa ada proses pencairan yang berjalan tidak sesuai aturan, dan hal ini harus segera diusut tuntas.

PIP adalah program strategis untuk membantu siswa yang kurang mampu, dan jika ada oknum yang memanfaatkan ini, maka sangat berbahaya,” tegasnya.

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program bantuan dari pemerintah yang ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka.

Baca Juga :  Pindahkan Pegawai Tanpa Komunikasi, Kapus Kamoning Dikecam Sewenang-wenang

Proses pencairan dana ini dilakukan melalui lembaga keuangan resmi, salah satunya BRI, dengan sistem yang seharusnya ketat dan transparan. Namun, menurut dugaan GASS, ada beberapa langkah yang tidak dilaksanakan sesuai prosedur dalam pencairan dana tersebut, yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi penerima bantuan.

“Seharusnya, pencairan dana PIP ini melalui jalur yang jelas dan terpantau. Namun, kami mencium adanya manipulasi data atau informasi yang melibatkan pihak sekolah dan BRI, yang pada akhirnya merugikan siswa penerima manfaat,” tambah Holil.

GASS kini mendalami lebih lanjut kasus ini dan berencana mengajukan laporan resmi kepada otoritas terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jika BRI tidak memberikan penjelasan yang memuaskan dalam waktu dekat. “Kami meminta pihak berwenang untuk segera melakukan investigasi agar tidak ada pihak yang dirugikan lebih lanjut,” kata Holil.

Pihak BRI, melalui Iwan selaku Supervisor Operasional (SPO) BRI Cabang Sampang, sempat memberikan klarifikasi awal terkait pemutusan kontrak karyawan tersebut. Menurut Iwan, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan manajemen dan sesuai aturan internal BRI. “Kami mengikuti prosedur yang berlaku dalam setiap langkah kami.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak BRI belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait tuduhan pelanggaran prosedural dalam pencairan PIP.

Baca Juga :  Kanwil Bea Cukai Jatim I Janji Tindak Tegas, GASI Kawal Kasus Rokok Ilegal SR hingga Tuntas

Merespons sikap BRI yang dinilai lamban dan kurang transparan, GASS berencana untuk membawa masalah ini ke tingkat lebih tinggi. “Jika tidak ada tanggapan jelas dari BRI, kami akan laporkan kasus ini ke OJK dan Kementerian Pendidikan. Ini bukan hanya soal karyawan yang diberhentikan, tetapi tentang potensi penyimpangan dalam program bantuan pemerintah yang seharusnya tepat sasaran,” tandas Holil.

Kasus ini menjadi perhatian besar di Kabupaten Sampang, mengingat PIP adalah salah satu program unggulan pemerintah dalam rangka mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Dugaan persekongkolan yang melibatkan oknum BRI dan pihak sekolah ini diharapkan dapat segera diusut tuntas agar tidak menimbulkan kerugian lebih lanjut bagi siswa dan masyarakat luas.

GASS mendesak agar BRI Kanwil Jatim segera melakukan audit internal terkait seluruh proses pencairan dana PIP yang telah dilakukan, serta memberikan kejelasan mengenai pemutusan kontrak salah satu karyawannya yang dinilai tidak transparan. Selain itu, GASS juga meminta agar semua pihak yang terlibat dalam dugaan persekongkolan ini diusut dan diberikan sanksi tegas jika terbukti melanggar.

Dengan berkembangnya isu ini, GASS berharap masyarakat, khususnya para penerima PIP, dapat lebih kritis dan aktif melaporkan jika menemukan kejanggalan dalam proses pencairan bantuan pendidikan tersebut.

 

Penulis: Redaksi Angkatberita.id

Editor:

Tim Editorial

Tanggal: 11 September 2024

Berita Terkait

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Berita Terbaru