Sampang ( ANGKAT BERITA) – Peringatan Hari Guru di Kabupaten Sampang tahun ini diwarnai dengan kabar yang mengejutkan dan menimbulkan keprihatinan, Kado terindah adanya Sebuah kasus perselingkuhan yang diduga melibatkan pejabat di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang telah mencuat ke publik, menjadi sorotan masyarakat setempat.
Lambannya respons dan tindakan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang terkait kasus perselingkuhan yang mencuat di instansi tersebut memicu gelombang kekecewaan dari masyarakat, terutama para pendidik dan orang tua siswa. Publik menilai, pihak dinas terkesan tidak serius dalam menangani isu yang telah mencoreng citra dunia pendidikan di daerah itu.
Menurut informasi yang dihimpun, dugaan perselingkuhan ini melibatkan salah satu oknum Guru SMPN di Robatal dengan seorang Laki Laki yang diduga Warga Kecamatan Pangarengan Inisial HN. Kasus ini mulai mencuat setelah laporan dari sang suami AE dengan nomor: 400.3.7.1/60/434.201.300.17/2024. 10 Oktober 24 kemaren serta bukti-bukti yang beredar di media sosial Voice dengan judul Sitti dan Muhammad yang sudah viral.
Meski kasus ini telah menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan mendapat sorotan di media sosial, hingga kini langkah konkret yang diambil oleh Dinas Pendidikan terkesan minim. Dengan Pernyataan normatif berupa
“untuk laporan AE sudah dikirim ke Pj Bupati tembusan inspektur daerah dan BKPSDM,” ujar Kabid GTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang saat dimintai keterangan, hal itu dianggap tidak cukup untuk menjawab kegelisahan publik yang menuntut transparansi dan tindakan tegas, karena dari sekian lama pelaporan baru jawaban itu yg diterima sampai saat ini.
Kasus ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, terutama para pendidik yang merasa kecewa. “Ini menjadi ironi di tengah peringatan Hari Guru. Seharusnya para pejabat menjadi teladan, bukan malah terlibat skandal seperti ini seyogyanya Disdik Harus tegas memberi sangsi agar nama baik Guru kembali menampilkan Citra positip dimata publik,” ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Hari Guru, yang seharusnya menjadi momentum penghormatan dan apresiasi bagi insan pendidikan, kali ini justru ternoda dengan kabar yang tidak semestinya. Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga moralitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Masyarakat Sampang kini menanti langkah tegas dari Dinas Pendidikan dalam menuntaskan kasus yang mencoreng integritas institusi pendidikan. Janji untuk melakukan investigasi mendalam tidak lagi cukup.
Publik menginginkan tindakan nyata yang memberikan keadilan, sekaligus menjadi pelajaran agar kasus serupa tidak terulang.
;;;;;;;






Komentar