Kades Diduga Bermain, Penyaluran BLT di Desa Dataran Kempes Sarat Kejanggalan

- Redaksi

Kamis, 19 Desember 2024 - 16:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tebingtinggi ( ANGKAT BERITA) – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Dataran Kempes, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, memunculkan dugaan skandal memalukan. Sebanyak 30 keluarga penerima manfaat (KPM) dilaporkan menerima bantuan sebesar Rp300.000,00 per keluarga. Namun, Kepala Desa (Kades) berinisial AK diduga memainkan data penerima demi keuntungan pribadi. (19/12)

Saat dikonfirmasi, Kades AK dengan santainya mengklaim ada 32 KPM yang menerima bantuan. Ironisnya, dalam buku tamu hanya tercatat 30 penerima. Fakta ini jelas menjadi bukti awal adanya manipulasi jumlah penerima untuk menggelapkan dana.

“Kami lihat sendiri di buku absensi, hanya 30 nama penerima yang tercatat, masing-masing mendapatkan Rp300.000,00. Tapi tiba-tiba Kades mengklaim ada 32 KPM. Ini mencurigakan dan tak bisa dibiarkan!” ujar salah seorang wartawan yang memantau langsung penyaluran bantuan.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Gelar Aksi Humanis: Baglog Bagikan Minyak Goreng Kepada Seluruh Personel

Tidak hanya itu, Kades AK menunjukkan sikap arogan saat dimintai klarifikasi oleh tim wartawan. Bahkan, seorang staf desa menjadi sasaran amarahnya, memperlihatkan betapa tidak profesionalnya pemimpin desa ini.

Manipulasi Data atau Salah Hitung?
Dengan ketidaksesuaian data ini, tim media memastikan akan menindaklanjuti dugaan kecurangan ini. “Ini bukan salah hitung, ini permainan yang sudah terencana. Data absensi adalah bukti otentik, sementara pernyataan kades justru makin memperkeruh suasana,” tambah salah satu anggota tim jurnalis.

Tim akan segera berkoordinasi dengan Dinas PMD dan pihak kecamatan untuk mendapatkan data resmi. Jika terbukti ada penggelapan atau markup, laporan akan dilayangkan kepada pihak berwajib untuk menyeret pelaku ke meja hijau.

Baca Juga :  Pemerintah kabupaten Nias Utara Laksanakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024.

“Ini uang rakyat! Jika ada oknum yang berani mempermainkan hak masyarakat, mereka harus siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegas salah satu narasumber yang terlibat dalam investigasi ini.

Kesalahan Fatal atau Kejahatan Terencana?
Penyaluran BLT sejatinya bertujuan untuk membantu masyarakat miskin, namun di Desa Dataran Kempes justru menjadi ladang kecurangan. Sikap arogan dan dugaan manipulasi oleh Kades AK menunjukkan betapa moralitas di tingkat pemerintahan desa telah runtuh.

Rakyat tidak butuh pemimpin yang licik dan egois! Jika kejahatan ini benar terjadi, masyarakat mendesak agar Kades AK segera dicopot dan diadili secara hukum.

Narasumber: Roni

;;;;;;;

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Kelurahan Kraton Sajikan Konsep Kerohanian Warnai HUT RI ke-81.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru