Layanan UHC Lambat, Warga Miskin Terpaksa Bayar Sendiri di Puskesmas Omben

- Redaksi

Rabu, 7 Mei 2025 - 16:26 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang||ANGKAT BERITA – Belum usai satu polemik, Puskesmas Omben kembali menuai sorotan, kali ini menimpa Nariyah, warga Plampaan, Kecamatan Camplong Sampang, yang dikenai biaya pengobatan meskipun tergolong warga miskin dan sebelumnya tercatat sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Pihak puskesmas berdalih, BPJS milik Nariyah sudah tidak aktif, dan keluarga pasien memilih untuk tidak menggunakan layanan BPJS.

Kepala Puskesmas Omben, drg. Yuanita Purnamawati, menyatakan bahwa pihaknya telah menawarkan opsi Universal Health Coverage (UHC), namun ditolak oleh keluarga pasien.

“Pasien datang ke kita memang tidak mau pakai BPJS, dia maksa minta dilayani umum, kami sudah arahkan untuk pakai UHC, tapi pasien tetap tidak mau BPJS,” ujar drg. Yuanita saat dikonfirmasi.

Namun, penjelasan tersebut dibantah oleh pihak keluarga. Hanafi, Pihak dari Nariyah, menjelaskan bahwa memang dirinya minta dilayani secara umum dilakukan karena proses aktivasi UHC terlalu lama.

Baca Juga :  Gebyar Pelayanan Terpadu dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI Ke-80

“Awalnya memang saya minta dilayani umum , namun saya disuruh ngurus dulu oleh Bu Hananah pihak Puskesmas, tapi setelah saya urus, UHC-nya baru aktif tanggal 29 April, padahal pengurusan sudah saya mulai dari tanggal 24. Saya bingung, karena pasien sudah keluar dan kami sudah membayar, baru dengar UHC-nya aktif,” terang Hanafi.

Kontradiksi ini memperlihatkan adanya persoalan komunikasi sekaligus persoalan sistemik dalam proses aktivasi layanan UHC.

Biasanya, aktivasi UHC hanya memakan waktu satu hari. Namun dalam kasus ini, prosesnya berlangsung selama hampir lima hari, menyebabkan keluarga pasien memilih jalur umum demi mendapat penanganan cepat.

Kisruh ini pun memancing reaksi publik. Sekjen organisasi Macan Asia Indonesia (MAI) Fitrah Hariansyah, menyayangkan insiden tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk kegagalan layanan publik.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Kembali Menelan Korban: Petani di Sampang Tewas di Sawah

“Seharusnya puskesmas menjadi garda depan untuk membantu rakyat kecil, bukan malah mempersulit., kami dari MAI akan segera mengajukan audiensi dengan Dinas Kesehatan untuk meminta kejelasan dan perbaikan sistem,” tegasnya.

Lanjut Fitrah, pengaktifan UHC yang semestinya menjadi jaminan kesehatan universal, namun justru menciptakan beban baru bagi masyarakat miskin.

“Sungguh ironis. Pemerintah mengklaim UHC sebagai solusi, tapi di lapangan masyarakat harus menunggu berhari-hari untuk sekadar mengaktifkan hak mereka, selama itu, mereka harus membayar umum, ini tidak adil, dan bertolak belakang dengan semangat keadilan sosial,”tutupnya

Persoalan di Puskesmas Omben ini menambah daftar panjang keluhan warga atas pelayanan kesehatan di daerah tersebut, masyarakat berharap ada evaluasi menyeluruh dan langkah nyata dari Dinas Kesehatan Sampang agar pelayanan benar-benar berpihak pada rakyat kecil, bukan sebaliknya.

Berita Terkait

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Merdeka di Bendera; Kemerdekaan yang Dirayakan, Keadilan yang Dipertanyakan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Berita Terbaru