Pupuk Subsidi Disulap Jadi Ladang Cuan, RJS Desak Dinas Pertanian Sampang Panggil Kios Dan Poktan Karangpenang Oloh

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 20:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang, angkatberita.id – Lonjakan harga pupuk subsidi di Desa Karangpenang Oloh, Kecamatan Karangpenang, Kabupaten Sampang, rupanya akan berbuntut panjang, dimana harga pupuk yang seharusnya mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) justru dijual antara Rp160.000 hingga Rp250.000 per zak—jauh di atas ketentuan, kondisi ini memantik amarah petani dan memicu desakan keras dari kelompok masyarakat sipil.

Team Rumah Juang Sampang (RJS), yang konsisten membela hak-hak rakyat kecil, menyebut praktik ini sebagai bentuk penghisapan terhadap petani. RJS mendesak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang untuk segera memanggil pihak kios dan kelompok tani (Poktan) yang diduga bermain dalam rantai distribusi pupuk.

Baca Juga :  Lewati Batas Kontrak, Proyek Puskesmas di Sampang Jadi Simbol Gagalnya Pengawasan

“Kami melihat ada pembiaran. Ini bukan sekedar persoalan harga, tapi bentuk pengkhianatan terhadap petani,” kata team RJS

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Sampang, Ir. Suyono, akhirnya angkat bicara. Ia memastikan pihaknya tidak akan menutup mata atas dugaan penyimpangan tersebut.

“Siapapun dan pihak manapun yang melakukan permainan hingga menyebabkan harga pupuk dijual di atas HET kepada petani di Kabupaten Sampang, akan kami tindak tegas,” tegas Suyono saat ditemui di kantornya, Selasa (15/7).

Baca Juga :  Pasien Rumah Sakit Sukma Wijaya Hilang Misterius, Keluarga Laporkan ke Polisi!

Menurutnya, distribusi pupuk bersubsidi memiliki mekanisme dan harga baku yang tidak bisa ditawar, ia meminta masyarakat yang memiliki bukti penyimpangan untuk segera melaporkan ke pihak berwenang.

Selain merugikan petani secara ekonomi, kepercayaan terhadap sistem distribusi pupuk subsidi kini mulai goyah, jika tidak segera ditindak, praktik ini dikhawatirkan akan terus menjamur dan menciptakan krisis keadilan di sektor pertanian daerah.

Berita Terkait

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Berita Terbaru