Pupuk Subsidi Langka dan Mahal, Petani Aceh Timur Terancam Gagal Panen

- Redaksi

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur / angkatberita.id — Kelangkaan pupuk bersubsidi kembali menghantui petani di Kabupaten Aceh Timur. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah jenis pupuk subsidi yang sangat dibutuhkan untuk tanaman padi, jagung, dan komoditas pertanian lainnya dilaporkan menghilang dari pasaran, membuat petani semakin resah.

Kalaupun pupuk tersedia di kecamatan lain, petani terpaksa membelinya dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Saat ini, harga pupuk jenis NPK-Urea di tingkat lapangan mencapai kisaran Rp120.000 hingga Rp130.000 per karung, jauh melampaui harga pupuk subsidi yang seharusnya maksimal Rp90.000 per karung.

Hal tersebut disampaikan pemerhati sosial Aceh Timur, Dedi Saputra, SH, usai menerima berbagai keluhan petani dari sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.

“Petani sangat mengeluh. Pupuk subsidi langka, sementara harga di luar HET sangat memberatkan. Ini jelas berdampak langsung pada biaya produksi pertanian,” ujar Dedi.

Baca Juga :  Kapolres Langkat Tanamkan Disiplin dan Jiwa Nasionalisme pada LKBB Langkat Series Jilid II

Ia menyebutkan, kelangkaan pupuk terjadi di beberapa kecamatan, antara lain Banda Alam, Idi Tunong, Peudawa, Rantau Peureulak, hingga wilayah barat Aceh Timur. Kondisi ini diduga akibat keterlambatan distribusi dari sejumlah perusahaan pupuk yang memiliki wilayah kerja di Kabupaten Aceh Timur.

Sejumlah petani bahkan mengaku terpaksa membeli pupuk di luar kecamatan domisili dengan harga tinggi demi menyelamatkan tanaman mereka.

“Entah sampai kapan kondisi ini berlangsung. Kami semakin kewalahan dan kecewa, sementara tanaman harus segera dipupuk,” keluh salah seorang petani.

Para petani berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar pasokan pupuk kembali normal. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus berlarut, akan terjadi gagal panen atau penurunan hasil produksi pertanian.

Baca Juga :  Personel Polres Langkat Laksanakan Binrohtal, Perkuat Keimanan dan Integritas di Bulan Ramadhan

“Kami berharap kelangkaan pupuk ini segera diatasi, supaya hasil pertanian tidak menurun,” ungkap petani kepada media ini.

Menanggapi kondisi tersebut, Dedi Saputra bersama rekan-rekan media berencana turun langsung ke sejumlah kecamatan untuk melakukan investigasi terkait kelangkaan pupuk dan melonjaknya harga di lapangan.

“Kami akan menelusuri apakah ada permainan distribusi yang menyebabkan petani semakin tertekan,” tegasnya.

Ia juga mendesak Dinas Pertanian dan Penyuluhan Kabupaten Aceh Timur agar tidak tutup mata dan segera turun ke lapangan guna mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang kian meresahkan petani.

“Pemerintah harus hadir dan bertindak cepat. Jangan sampai petani terus menjadi korban,” pungkas Dedi kepada media pada Kamis (5/2/2026).

Berita Terkait

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.
Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi
Kelurahan Kraton Sajikan Konsep Kerohanian Warnai HUT RI ke-81.
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:16 WIB

Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Direktur PT SBP SH Bakal Dijemput Paksa Polisi

Berita Terbaru