ACEH TIMUR ll angkatberita.id — Pascabencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur pada 26 November 2025 lalu, berbagai fasilitas umum mulai menghadapi tantangan baru. Salah satunya Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah (RS SAAS) Peureulak yang kini dipenuhi tumpukan material sisa-sisa yang terbawa arus air.
Material berupa lumpur, kayu, hingga sampah rumah tangga mengendap di beberapa sudut rumah sakit. Selain merusak sejumlah fasilitas, kondisi ini juga mengganggu kenyamanan pengunjung dan pasien. Bahkan, pihak terkait memprediksi keberadaan material tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bila tidak segera ditangani.
Menindaklanjuti situasi itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi turun langsung memimpin kegiatan gotong royong untuk membersihkan kawasan rumah sakit. Sejumlah personel kepolisian bersama petugas rumah sakit dan masyarakat dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.
Berikut pernyataan Kapolres Aceh Timur AKBP Irwan Kurniadi:
“Banjir kemarin menyisakan banyak material yang cukup mengganggu aktivitas pelayanan di RS SAAS. Karena itu, kami dari Polres Aceh Timur bergerak cepat melakukan gotong royong. Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memastikan fasilitas pelayanan publik dapat kembali berjalan normal dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan nyaman.”
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengatasi dampak lanjutan pascabanjir, termasuk upaya pencegahan penyakit dan penanganan lingkungan yang terdampak.
Dengan kerja sama lintas sektor tersebut, diharapkan RS SAAS dapat segera beroperasi optimal tanpa gangguan dan masyarakat Peureulak dapat kembali mendapatkan layanan kesehatan seperti sedia kala.
Haris Nduru

Komentar