Breaking News

Minggu Kasih di Gereja GMIH Eben Haezer, Kapolda Malut Ajak Jemaat Perkuat Toleransi dan Jaga Kamtibmas

Admin Red - Redaksi
3 menit baca•233 tayangan

TERNATE,– Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., bersama Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Slamet Hariyadi, S.I.K., M.H., M.M., melaksanakan kegiatan Minggu Kasih bersama masyarakat dan jemaat Gereja GMIH Eben Haezer, Kota Ternate, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, membangun komunikasi yang harmonis, sekaligus menyerap aspirasi dan mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Dalam sambutannya, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H.,  menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan gereja serta seluruh jemaat GMIH Eben Haezer atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan Minggu Kasih dapat berlangsung dengan baik.

Kapolda menegaskan bahwa Minggu Kasih bukan sekadar kegiatan silaturahmi, melainkan wujud nyata komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Polri berupaya membangun komunikasi yang terbuka, mendengarkan aspirasi warga, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Menurutnya, kedekatan antara Polri dan masyarakat merupakan salah satu kunci penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Maluku Utara untuk terus menjaga kerukunan serta memperkuat toleransi antarumat beragama.

Ia menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki Maluku Utara harus dipandang sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan menjadi alasan munculnya perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Selain menjaga kerukunan, masyarakat juga diimbau agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Kapolda mengingatkan warga supaya tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, termasuk berita bohong atau hoaks yang berpotensi memicu konflik dan merusak persatuan.

Masyarakat diharapkan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya serta tidak ikut menyebarkan konten yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Perhatian terhadap masa depan generasi muda turut menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan Kapolda Maluku Utara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga, tokoh agama, dan lingkungan pendidikan, untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, perjudian, pergaulan bebas, dan kenakalan remaja.

Menurutnya, pembinaan generasi muda membutuhkan keterlibatan semua pihak agar anak-anak dan remaja dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Karena itu, sinergi antara kepolisian, tokoh agama, keluarga, dan masyarakat dinilai penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang dapat mengancam masa depan generasi penerus bangsa.

Kapolda juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah dengan mengedepankan pendekatan kekeluargaan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri yang justru dapat memperkeruh keadaan dan menimbulkan persoalan hukum baru.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menegaskan pentingnya dukungan, doa, masukan, dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

Polri, lanjutnya, senantiasa membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, maupun keluhan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan.

Keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara kepolisian dan warga sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin baik.

Menutup pesannya, Kapolda Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Maluku Utara sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan penuh kasih.

Ia berharap gereja dan seluruh tokoh agama terus menjadi mitra strategis Polri dalam memperkuat persatuan, memelihara toleransi, serta menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Minggu Kasih di Gereja GMIH Eben Haezer, diharapkan terbangun komunikasi yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Utara.

Keharmonisan antarumat beragama, kepedulian terhadap generasi muda, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan kehidupan yang rukun, tenteram, dan penuh persaudaraan di Bumi Moloku Kie Raha.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer