Breaking News

Masyarakat Semprot Kinerja Korwil dan Wakorwil SPPG Sampang: Jika Tak Siap Bertanggung Jawab, Mundur Saja

Handayani maupun Wakorwil Moh. Rifaldi belum memberikan penjelasan terkait persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•163 tayangan

SAMPANG (ANGKAT BERITA) – Kinerja Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Sampang Ratna Nur Handayani bersama Wakil Koordinator Wilayah (Wakorwil) Moh. Rifaldi kini menjadi buah bibir dan sorotan publik.

Sorotan tersebut muncul setelah keduanya dinilai tidak memberikan penjelasan yang jelas saat dikonfirmasi terkait persoalan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu SPPG di Kabupaten Sampang.

Di tengah munculnya berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait pengelolaan program tersebut, respon yang diberikan justru dinilai jauh dari sikap seorang penanggung jawab wilayah.

Pemerhati kebijakan publik Agus Sugito bahkan menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya tanggung jawab pejabat yang seharusnya menjadi garda koordinasi program di daerah.

Menurut Agus, jabatan Korwil dan Wakorwil bukan sekedar posisi formal dalam struktur program, melainkan amanah yang menuntut kehadiran ketika persoalan muncul di lapangan.

“Kalau ada masalah di program yang menyangkut kepentingan publik lalu pejabat yang bertanggung jawab tidak memberikan penjelasan, itu sama saja membiarkan program berjalan tanpa kendali,” tegas Agus Sugito. Sabtu (14/03)

Ia menilai, sikap seperti itu justru memperkuat kesan bahwa fungsi koordinasi wilayah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

“Korwil dan wakilnya seharusnya menjadi pihak yang paling siap menjelaskan ketika ada persoalan, bukan justru terlihat seolah tidak punya tanggung jawab,” ujarnya.

Lebih jauh Agus Sugito menyatakan bahwa jabatan dalam program publik tidak boleh dijalankan setengah hati.

“Kalau tidak siap memikul tanggung jawab, lebih baik mundur, jabatan publik bukan tempat berlindung ketika masalah muncul,” katanya.

Menurutnya, program MBG yang menyangkut kebutuhan gizi siswa tidak boleh dikelola dengan sikap abai, transparansi dan keberanian memberikan penjelasan kepada masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab yang tidak bisa dihindari.

“Program ini menyangkut anak-anak dan dana negara, ketika muncul persoalan lalu yang bertanggung jawab memilih diam, wajar jika publik mulai mempertanyakan keberadaan mereka,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Korwil SPPG Kabupaten Sampang Ratna Nur Handayani maupun Wakorwil Moh. Rifaldi belum memberikan penjelasan terkait persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer