
Bangkalan. angkatberita.id
Di balik sorot lampu dan gemerlap panggung catwalk, ada langkah kecil yang penuh keberanian. Langkah itu datang dari seorang bocah perempuan berusia lima tahun asal Desa Longke, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. Namanya Sella Safrina.
Di usianya yang masih sangat dini, Sella sudah terbiasa berdiri percaya diri di atas panggung. Musik mengalun, lampu menyala, dan dengan senyum khas anak-anak, ia melangkah pasti seolah tahu betul ke mana arah mimpinya.
Bakat Sella di dunia fashion bukan muncul secara tiba-tiba. Orang tuanya, Indriwangsah dan Abdul Mukti, mulai menyadari ada sesuatu yang berbeda dari putri mereka sejak kecil. Sella senang berjalan layaknya model, menikmati perhatian, dan tak canggung tampil di depan banyak orang.
“Kami melihat bakat itu sejak awal. Dari situ kami mencoba mengarahkan dan membimbingnya dengan pelan-pelan,” cerita Indriwangsah, sang ibu, Selasa (20/2).
Proses itu tentu tak selalu mudah. Mengasah bakat anak usia dini membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kasih sayang. Namun perlahan, kerja keras itu berbuah manis. Sella mulai mengikuti berbagai lomba fashion show, dari tingkat kabupaten hingga nasional. Prestasi demi prestasi pun berhasil ia raih, membuat namanya semakin dikenal di dunia catwalk anak-anak.
Di balik keberhasilan itu, ada dukungan keluarga besar yang tak kalah penting. Sella merupakan cucu dari Abdul Aziz, mantan sopir angkot Line M Surabaya, yang bangga melihat cucunya mampu melangkah sejauh ini. Dari keluarga sederhana, tumbuh mimpi besar yang terus dijaga bersama.
Perjalanan Sella belum usai. Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mengikuti ajang Pemilihan Mr and Miss Heritage Nasional 2026 yang akan digelar di Surabaya pada 13 hingga 15 Februari 2026. Ajang tersebut menjadi tantangan baru sekaligus panggung pembuktian bagi Sella untuk terus berkembang.
Bagi orang tuanya, prestasi bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah proses, karakter, dan kebahagiaan sang anak.
“Kami hanya ingin Sella tetap semangat, menikmati apa yang ia lakukan, dan tumbuh menjadi anak yang baik. Prestasi itu bonus,” ujar Indriwangsah.
Dari sebuah desa di Bangkalan, langkah kecil Sella Safrina kini terus melaju. Catwalk bukan sekadar panggung baginya, tetapi ruang belajar, tempat menumbuhkan kepercayaan diri, dan jalan menuju mimpi-mimpi besarnya di masa depan.




Komentar