Indramayu,- angkatberita.id
Pada sesi event lomba HUT Guru yang berlangsung hari ini bertempat di SMPN 4 Sindang telah terjadi insiden berupa pengusiran tim bola volley dari SMPN 3 Sindang. Padahal mereka sudah punya KTA PGRI dan bayar iuran rutin. Sehingga terpaksa yang bisa main hanya guru senior saja. Namun mereka adalah rata-rata terdiri dari guru muda P3K. Anehnya sekolah lain justru banyak melibatkan Guru P3K Paruh Waktu dan mereka justru diloloskan.Tentu saja insiden mencederai semangat dan rangkaian HUT Guru di Kabupaten Indramayu yang semestinya dirayakan dengan semangat riang gembira. Rabu (19/11/2025)
Panitia Bola Volley mengatakan dan berdalih tim Bola Volley dari Guru P3K tidak berhak ikut,
” Saya tahu mereka orang baru dan Guru baru yang belum terdaftar sebagai anggota PGRI. Kalau pun sudah punya KTA pasti belum lunas bayar iuran, “, Ucap oknum panitia Yuliati.

Kepala SMPN 3 Sindang. Hj. Ani Hanifah, M. Pd. dengan nada kesal menyatakan protes nya kepada panitia, ” Untuk pembelajaran saja ke depannya perlu kroscek yang teliti, apalagi ini volly gembira sebaiknya siapapun guru boleh ikut kecuali untuk prestasi yang sampai ada tahapan ke jenjang selanjutnya.
Apalagi ditanya bayar iuran di lapangan kemudian diusir, padahal setelah kroscek mereka juga bayar iuran dengan lengkap dan lunas.” Ujarnya kepada awak media.
Lanjut Ani Hanifah menjelaskan ” Maaf yah, Bu ini aspirasi dan kekecewaan guru-guru saya yang meminta agar disampaikan ke panitia HUT Guru. ” Pungkasnya.
Semoga insiden ini mestinya harus dihindari karena ini bukan olahraga prestasi, tidak semestinya terjadi. Karena acara ini murni semangat kegembiraan dalam rangka memeriahkan HUT Guru dan PGRI.
(Thoha)

Komentar