Body Contest Bupati Cup 2025 Sepi Peserta, Publik Sorot Ego EO Sugeng dan Mandulnya Peran PBFI

- Redaksi

Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

event body constes minim peminat peserta

Sumenep, angkatberita.id – Gelaran Body Contest Sumenep Bupati Cup 2025 yang seharusnya menjadi kebanggaan daerah justru berubah menjadi tamparan keras bagi dunia olahraga Sumenep. Alih-alih meriah dan diminati, event ini hanya diikuti sekitar enam peserta, fakta yang dinilai sebagai kegagalan telak akibat dominasi ego pribadi, monopoli kepengurusan, dan lemahnya pengawasan pemerintah daerah.



‎Menurut para pelaku binaraga, penyebab utama sepinya peserta bukan karena kurangnya minat, tetapi karena arogansi EO Sugeng, dominasi PBFI Sumenep, dan diamnya Kadisbudporapar yang membiarkan event dikelola tanpa etika dan tanpa arah pembinaan.



‎Manager Amor Gym: “Ini bukan event pembinaan, ini event pencitraan dan kepentingan kelompok”



‎Salah satu pelaku binaraga senior sekaligus Manager Amor Gym mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi event tahun ini.



‎ “Hanya enam peserta bro. Ini bukan karena atlet tidak ada, tapi karena atlet merasa event ini tidak lagi untuk mereka. EO Sugeng, PBFI, semuanya ingin jadi penguasa event, bukan pembina olahraga,” ujarnya dengan nada kesal.





‎Ia menegaskan, PBFI sebagai organisasi resmi bina raga justru ikut mempersempit ruang komunitas, alih-alih memperluas partisipasi.



‎ “Tugas PBFI itu membina dan melibatkan semua komunitas. Tapi kenyataannya mereka justru jadi pintu penyisihan. Atlet malas ikut karena merasa dibatasi, bukan difasilitasi,” tegasnya.



‎Menurut para pengamat fitnes di Sumenep, PBFI tahun ini tidak menunjukkan peran sebagai organisasi olahraga yang profesional dan terbuka. Sebaliknya, PBFI disebut bertindak seperti “pemilik event”, menutup pintu komunikasi, dan mengabaikan kontribusi inisiator yang telah membangun event sejak awal.



‎“PBFI dulu menolak event ini, bahkan sempat ingin menggagalkan. Tapi setelah sukses, mereka justru mengambil alih total tanpa melibatkan penggagasnya. Itu bukan pembinaan, itu penguasaan,” ungkap narasumber.



‎Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Sumenep juga mendapat sorotan keras karena dianggap membiarkan konflik kepentingan mengambil alih arah event.



‎ “Kadis seharusnya hadir sebagai pengawas dan pengendali. Bukan membiarkan event publik berubah jadi ajang rebutan panggung. Pemerintah daerah harus hadir, bukan jadi penonton,” tambahnya.



‎Sebelumnya, Ahmad Amin Rifa’ie, inisiator pertama Body Contest, mengaku disingkirkan setelah mempertanyakan transparansi dana proposal dan CSR yang dikelola EO Sugeng. Ia menilai PBFI dan pihak EO bersekongkol mengambil alih event dengan mengesampingkan etika organisasi.



‎Minimnya peserta tahun ini disebut sebagai bukti nyata bahwa event bukan lagi ajang prestasi, melainkan ajang pencitraan dan transaksi kepentingan.



‎Para pelaku binaraga mendesak Bupati Sumenep untuk turun tangan dan mengevaluasi PBFI, EO Sugeng, serta Kadisbudporapar yang dianggap gagal mengelola event sesuai prinsip transparansi dan pembinaan.



‎“Kalau event seperti ini terus dibiarkan, masa depan binaraga Sumenep akan mandek. Pemerintah harus pastikan event olahraga milik publik, bukan milik kelompok tertentu,” pungkasnya. (Ar)

Baca Juga :  Arahan Kapolda Lampung Jadi Momentum Penguatan Soliditas dan Kinerja Jajaran Kapolres Tulang Bawang Tegaskan Jaga Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban M

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru