Breaking News

Banjir Aceh Timur Sangat Parah: 225 Ribu Warga Terdampak, 40 Meninggal — Banyak Wilayah Masih Terisolir

Banjir Aceh Timur Sangat Parah: 225 Ribu Warga Terdampak, 40 Meninggal — Banyak Wilayah Masih Terisolir

Angkat Berita - Redaksi
2 menit baca•31 tayangan

Aceh Timur ll angkatberita.id — Bencana banjir besar yang menerjang Kabupaten Aceh Timur sejak akhir November terus menunjukkan dampak yang kian meluas. Hingga pukul 20.00 WIB, data terbaru BPBD dan Dinas Kesehatan Aceh Timur mencatat 225.886 jiwa terdampak, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu banjir terburuk dalam satu dekade terakhir.

Korban dan Dampak Kesehatan

Laporan Dinas Kesehatan Aceh Timur mencatat:

40 jiwa meninggal dunia.

894 orang luka ringan.

306 orang luka berat.

Kerusakan Rumah dan Fasilitas Umum

BPBD Aceh Timur melaporkan kerusakan luas pada permukiman dan infrastruktur:

2.340 unit rumah rusak berat.

2.679 unit rumah rusak sedang.

3.239 unit rumah rusak ringan.

Banjir juga merusak berbagai fasilitas publik, termasuk:

Jembatan putus.

Titik jalan yang longsor dan tidak bisa dilalui.

Rumah ibadah, Sekolah dan meunasah, Dermaga boat, Sejumlah fasilitas layanan publik penting. Kerusakan tersebut memperlambat distribusi bantuan dan proses evakuasi warga.

Status Pengungsian

Sampai 5 Desember malam, ribuan warga masih harus meninggalkan rumah karena banjir belum surut sepenuhnya.

Mengungsi: 40.033 KK / 180.010 jiwa

Tidak mengungsi: 11.673 KK / 49.368 jiwa.

Banyak titik pengungsian kini mengalami kepadatan, dengan kebutuhan logistik yang terus meningkat, mulai dari air bersih, makanan siap saji, hingga obat-obatan.

Cakupan Wilayah Bencana

Banjir tahun ini melanda wilayah yang sangat luas.

24 kecamatan.

413 gampong.

Sebagian besar wilayah terdampak berada di area bantaran sungai dan pedalaman. Banyak lokasi masih terisolir karena jembatan yang rusak, jalan longsor, dan akses transportasi yang terputus total.

Kendala Lapanga

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah hambatan besar dalam penanganan darurat.

1. Pemadaman listrik di sejumlah kecamatan.

2. Keterbatasan BBM, menyebabkan operasional transportasi terhambat.

3. Jaringan komunikasi terputus, menyulitkan pendataan dan koordinasi.

4. Minimnya perahu karet untuk evakuasi warga di wilayah yang masih tergenang tinggi.

5. Akses darat putus, menyulitkan distribusi bantuan ke gampong-gampong terisolir.

BPBD menyatakan bahwa upaya penyelamatan dan distribusi logistik masih terus dilakukan meski kondisi lapangan sangat menantang.

Catatan

Data ini merupakan laporan sementara per 5 Desember 2025 pukul 20.00 WIB dan dapat berubah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

Artikel Populer