Ramadan di Ambang Pintu, Korban Banjir Aceh Timur Masih Tanpa Hunian: Negara Diminta Hentikan Kelambanan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, tidak hanya menghancurkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga meninggalkan krisis kemanusiaan yang hingga kini belum tertangani secara layak. Sejumlah desa, di antaranya Desa Batu Sumbang, Desa Pante Kera, dan Desa Rantau Panjang, mengalami kerusakan parah. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal masih bertahan dalam kondisi darurat, tanpa kepastian hunian dan masa depan.

Aceh Timur ll angkatberita.id – Situasi ini kian mengkhawatirkan menjelang bulan suci Ramadan. Di saat umat Islam seharusnya mempersiapkan diri menyambut bulan ibadah, para korban banjir justru masih bergulat dengan persoalan paling mendasar: tempat tinggal yang aman dan layak.

Ketua DPW Fanst Respon Counter Polri Nusantara Provinsi Aceh, Agus Suriadi, menegaskan bahwa negara tidak boleh lamban dan abai terhadap penderitaan para korban bencana. Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah agar segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar mengandalkan pendataan administratif.

“Menjelang bulan puasa, tidak boleh ada lagi warga korban banjir yang belum terdata dan belum ditempatkan di hunian sementara. Negara tidak boleh kalah cepat dengan penderitaan rakyatnya,” tegas Agus.

Agus menyampaikan bahwa meskipun bantuan tenda darurat dari BNPB telah disalurkan ke wilayah terdampak, kondisi tersebut tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang, terutama bagi warga yang rumahnya hanyut total akibat banjir bandang.

“Tenda darurat hanya bersifat sementara. Yang dibutuhkan rakyat adalah hunian yang layak dan bermartabat. Jangan biarkan masyarakat menjalani Ramadan di bawah terpal, tanpa kepastian, tanpa arah, dan tanpa jaminan masa depan,” ujarnya.

Menurut Agus, keterlambatan pemerintah dalam menyediakan hunian sementara dan hunian tetap merupakan bentuk pembiaran terhadap penderitaan korban. Ia menilai, hingga kini pemerintah masih terlalu fokus pada pendataan di atas kertas, sementara kebutuhan mendesak di lapangan belum dijawab secara serius.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis atau anggaran. Ini soal kemanusiaan dan tanggung jawab negara. Setiap hari keterlambatan berarti memperpanjang penderitaan rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Agus juga menekankan pentingnya proses pendataan korban yang transparan, akuntabel, dan menyeluruh, agar tidak ada satu pun warga terdampak yang tercecer atau terabaikan dalam penanganan pascabencana.

“Korban bencana tidak butuh janji, mereka butuh kepastian. Negara harus hadir secara nyata, bukan hanya tercatat dalam laporan,” pungkasnya.

Baca Juga :  Polres Muratara Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Musi 2026, Fokus Tekan Pelanggaran Lalu Lintas
Follow WhatsApp Channel www.angkatberita.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta
Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara
Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama
Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026
Dugaan Mark Up Sapi Bantuan Rp7,5 M Mengemuka, Publik Desak Polda Aceh Turun Tangan
Dana Sapi Meugang Rp 7,5 Miliar di Aceh Timur Disorot, APH Didesak Selidiki
Sapi Meugang Rp7,5 Miliar Jadi Sorotan: Nana Thama dan Tim Investigasi AWPI Tegas Minta Aparat Hukum Bongkar Pengadaan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Senin, 20 Juli 2026 - 10:16 WIB

Abdul Majid, Wartawan Muratara, Raih Top Juara D’Star Dangdut IMTV Competition di Jakarta

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:17 WIB

Ini Perjalanan Karier Pembalap Internasional M Zidan Keluar Juara Umum Motocross Grasstrack Open 2026 Muratara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:37 WIB

Wabup Muratara Buka Ajang Bergensi Tingkat Nasional Super Grasstrack Open 2026 di Sirkuit pratama

Rabu, 15 April 2026 - 04:54 WIB

Juknis Tunjangan Guru Dirombak, Pencairan Kini Lebih Cepat Mulai April 2026

Berita Terbaru