
Palembang – Polda Sumatera Selatan terus memperkuat kolaborasi strategis bersama generasi muda dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan buka puasa bersama Organisasi Kepemudaan (OKP), Cipayung Plus, dan mahasiswa se-Sumatera Selatan yang digelar di Hotel Harper Palembang, Senin (17.30 WIB).
Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh dialog tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi Ramadan, tetapi menjadi bagian dari strategi pendekatan preventif dan dialogis Polri dalam memperkuat stabilitas daerah yang berkontribusi langsung terhadap stabilitas nasional.
Kapolda Sumatera Selatan, Sandi Nugroho, memimpin langsung kegiatan tersebut didampingi jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa dan organisasi kepemudaan.
“Harkamtibmas bukan hanya tugas Polri. Ini tanggung jawab kita bersama. Dari forum seperti inilah akan lahir pemimpin masa depan yang menentukan arah bangsa,” tegas Kapolda.
Ia menyebut mahasiswa sebagai moral force dan agent of change yang memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik, menjaga narasi persatuan, serta mencegah berkembangnya provokasi yang dapat memicu konflik sosial.
Sejak resmi menjabat pada awal Januari lalu, Kapolda aktif membangun komunikasi lintas sektor, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pimpinan organisasi kemahasiswaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi cooling system untuk memastikan situasi keamanan di Sumatera Selatan tetap kondusif, terutama di tengah dinamika sosial dan politik nasional.
Sumatera Selatan selama ini dikenal sebagai wilayah dengan tingkat konflik sosial yang relatif terkendali. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, TNI-Polri, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga harmoni.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen institusinya dalam membangun hubungan yang setara dan inklusif dengan generasi muda.
“Momentum Ramadan ini kami maknai sebagai ruang memperkuat ukhuwah kebangsaan. Dialog yang terbangun hari ini menjadi pondasi penting dalam menjaga Sumatera Selatan tetap aman, damai, dan inklusif,” ujarnya.
Acara diawali dengan pembukaan, pemutaran video selayang pandang, sambutan Kapolda, tausiyah Ramadan, hingga buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban.
Melalui pendekatan kolaboratif dan dialog terbuka ini, Polda Sumsel menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak semata lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari komunikasi yang intensif, kemitraan yang kuat, serta partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.





Komentar