Sampang||angkatberita.id -Seorang narapidana merenung di dalam selnya, dalam kesunyian malam yang pekat, ia terlelap dan terperangkap dalam mimpi yang menakutkan.
Dalam mimpinya, ia berdiri di hadapan seorang jaksa, yang dengan senyum licik di wajahnya, menawarkan janji manis. “Setor sejumlah uang, dan aku akan memastikan hukumanmu diringankan,” kata jaksa itu.
Si napi, yang tertekan dan putus asa, tergoda dengan tawaran tersebut, harapan untuk mengurangi masa hukuman yang berat membuatnya rela melakukan apa saja, ia menyerahkan sejumlah uang yang diminta, berharap mimpi buruk hidup di balik jeruji besi akan segera berakhir.
Namun, kenyataan pahit datang menghantam, meski uang sudah berpindah tangan, hukuman yang dijatuhkan tetap tidak berubah, malah, rasa bersalah dan penyesalan semakin menyesakkan dada, si napi merasa ditipu, dihianati oleh harapan palsu yang dijual oleh sang jaksa nakal.
Dalam mimpi itu, si napi tidak hanya dihukum secara fisik, tetapi juga secara mental. Ia merasa keadilannya dirampas, bukan hanya oleh sistem, tetapi oleh oknum yang seharusnyamenegakkan keadilan, mimpi itu begitu nyata, sampai akhirnya si napi terbangun dengan napas terengah-engah, keringat dingin membasahi dahinya, dan ia menyadari bahwa semua itu hanya mimpi. Namun, mimpi tersebut meninggalkan bekas yang mendalam dalam benaknya.
Sebagai manusia, kita semua berharap bahwa hukum ditegakkan dengan adil dan jujur, mmpi buruk si napi adalah cerminan dari ketakutan banyak orang terhadap penyalahgunaan kekuasaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, meski itu hanya mimpi, kita tidak boleh mengabaikan pesan moral di baliknya.
Semoga, apa yang dialami si napi dalam mimpinya tidak menjadi kenyataan di dunia nyata, khususnya di Kabupaten Sampang, Semoga para penegak hukum, termasuk jaksa, menjalankan tugasnya dengan integritas dan keadilan, tanpa tergoda oleh materi atau kekuasaan, sebab, keadilan adalah hak setiap orang, dan harus dijaga tanpa terkecuali. Jangan sampai ada lagi cerita tentang “jaksa nakal” yang merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum kita.
Harapan kita semua, hukum di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sampang, dijalankan dengan bersih, adil, dan tanpa pandang bulu. Biarlah mimpi buruk itu tetap menjadi mimpi, dan tidak pernah menjadi kenyataan. Karena keadilan sejati tidak bisa dibeli, dan integritas seorang penegak hukum adalah benteng terakhir dari kepercayaan rakyat terhadap sistem peradilan.
Artikel by. BBG








Komentar