Surabaya Nihil PMK, Ada Video Sapi Mati di RPH Jadi Sorotan AMI

- Redaksi

Selasa, 11 Maret 2025 - 14:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya||angkat berita – Di tengah maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia, Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, drh. Sunarno Aristono, memastikan bahwa Surabaya tetap bebas dari kasus PMK. Namun, beredarnya video sapi mati di Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya memicu sorotan publik.

Sekretaris Jenderal Aliansi Madura Indonesia (AMI), Abdul Aziz, S.H menyoroti video tersebut dan mendesak adanya langkah solutif dari DKPP Surabaya.

“Kita digegerkan kembali dengan adanya sapi yang meninggal. Ada kejanggalan apa di sini? Seharusnya ada skrining ketat sebelum penyembelihan,” ujar Aziz, Selasa (11/3).

Menurutnya, meskipun proses penyembelihan di RPH Pegirian dan RPH Kedurus telah memenuhi standar, insiden sapi mati sebelum disembelih tetap menjadi perhatian. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan lebih ketat agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Baca Juga :  Tiba di Aceh, KRI SSA-378 TNI AL Debarkasi Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Menanggapi hal ini, drh. Sunarno Aristono menjelaskan bahwa setiap sapi yang masuk ke RPH sudah melalui pemeriksaan dokter hewan. Ia juga memastikan bahwa sapi yang mati sebelum disembelih tidak boleh dijual dan harus dimusnahkan sesuai prosedur.

“Jika ada sapi mati di RPH, kemungkinan besar karena kelelahan. Tapi yang jelas, sapi yang mati sebelum disembelih tidak boleh dijual. Harus dikubur atau dibakar sesuai regulasi,” tegasnya.

Aristono juga menjelaskan bahwa pengelolaan RPH di Surabaya berbeda dengan daerah lain di Jawa Timur. Di Sidoarjo dan Gresik, RPH berada di bawah dinas peternakan setempat, sedangkan di Surabaya, RPH dikelola sebagai badan usaha tersendiri dengan pengawasan dokter hewan.

Baca Juga :  Satgas Yonif 521/DY Manunggal Dengan Rakyat di Distrik Apalapsili

“Meski begitu, kami tetap melakukan pembinaan dan pengawasan. Sapi yang disembelih harus memenuhi prosedur agar daging yang dikonsumsi masyarakat terjamin keamanannya, yakni saat ada sapi yang mau masuk harus dilengkapi SKKH (Surat keterangan kesehatan hewan), dan laporkan kepada kami jika menemukan informasi tidak dilengkapi hal tersebut,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa PMK tidak menular ke manusia, tetapi berdampak besar pada ekonomi karena menurunkan nilai jual sapi secara drastis. Oleh karena itu, pengawasan akan terus diperketat agar daging yang beredar di Surabaya tetap sehat dan berkualitas.

Berita Terkait

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Berita Terbaru