Dugaan Proyek Fiktif di Aenganyar, Ratusan Juta Dana Desa Raib

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 16:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, angkatberita.id – Bau busuk dugaan proyek fiktif menyeruak di Desa Aenganyar, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep. Dua paket pekerjaan peningkatan jalan aspal/Lapen yang menelan anggaran hampir Rp 150 juta dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024, diduga kuat hanya ada di atas kertas.

Berdasarkan dokumen anggaran, proyek pertama adalah peningkatan jalan aspal/Lapen di Dusun Panggulan Timur sepanjang 250×2 meter dengan nilai Rp 85.969.700. Proyek kedua, peningkatan jalan aspal/Lapen di Dusun Morassem Timur sepanjang 175×2 meter dengan nilai Rp 62.868.800.

Baca Juga :  Proyek Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 3 Gantar Diduga Tidak Sesuai RAB Dan Terindikasi Korupsi

Namun, hasil penelusuran di lapangan menemukan indikasi mencengangkan: pekerjaan tersebut tidak ditemukan sesuai volume yang tercantum, bahkan di beberapa titik sama sekali tidak ada bekas pengerjaan. Fakta ini memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut fiktif dan hanya dijadikan modus menguras Dana Desa.

Aktivis antikorupsi menegaskan, aparat penegak hukum, terutama Kejaksaan dan Kepolisian, harus segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini. “Kalau benar fiktif, ini bukan sekadar penyalahgunaan wewenang, tapi perampokan uang rakyat dengan modus yang terstruktur. Harus ada penindakan tegas,” ujar seorang aktivis.

Baca Juga :  Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Masyarakat mendesak agar audit investigatif segera dilakukan, dan pihak yang terbukti terlibat segera diseret ke meja hijau. “Jangan sampai Dana Desa yang seharusnya membangun desa malah membangun kekayaan pribadi,” tambahnya.

Media ini berupaya mengkofirmasi Kepala Desa Aenganyar, Helmi Malik, namun aksesnya sangat sulit, dihubungi melalui telepon dan WhatsAppnya tidak kunjung ada respon.

Berita Terkait

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Berita Terbaru