Proyek IPLT di Sampang Disorot: Fakta yang Tidak Bisa Dibiarkan

- Redaksi

Senin, 23 Desember 2024 - 06:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG ( ANGKAT BERITA) – Proyek Pematangan Lahan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Gunung Maddah, yang dikerjakan oleh PT Guruh Wijaya Putra dengan anggaran Rp 619.997.700,00, menjadi sorotan publik. Proyek yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sampang ini memiliki HPS sebesar Rp 619.953.000,00.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah kejanggalan teknis. Teknik pemasangan batu pada proyek ini dinilai tidak sesuai standar. Batu yang digunakan hanya ditata tanpa perekat pasir dan semen pada seluruh bagian, kecuali di lapisan atas dan samping. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait daya tahan konstruksi yang dihasilkan.

Baca Juga :  Pekerjaan Kontruksi Gedung SD Oleh CV Formula Desa Bringin Nunggal Tak Sesuai RAB Jadi Sorotan

Selain itu, ditemukan indikasi bahwa material batu yang digunakan berasal dari hasil pengurugan di lokasi proyek. Lokasi tersebut memang merupakan area penghasil batu, sehingga batu tidak didatangkan dari luar.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya markup anggaran karena penggunaan material  seharusnya mendatangkan/beli dari luar.

Sulitnya konfirmasi kepada pihak pelaksana proyek sehingga tidak memberikan hasil yang jelas. Tim media hanya mendapatkan informasi tentang konsultan bernama “D,” tetapi ketika dihubungi, “D” membantah keterlibatannya secara langsung dan menyebut bahwa pengawasan dilakukan oleh konsultan dari Pamekasan.

Baca Juga :  PUDAM Bangkalan mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026.

Melihat berbagai kejanggalan ini, masyarakat meminta DPRD Kabupaten Sampang, khususnya komisi terkait, untuk segera turun tangan dan melakukan pemeriksaan langsung terhadap proyek ini. Langkah tersebut dianggap penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek serta mencegah potensi kerugian negara.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pelaksana maupun pihak terkait lainnya. Klarifikasi dan tindakan tegas diharapkan agar proyek ini tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

;;;

Berita Terkait

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.
Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan
Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan
Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural
Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 
Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

BBWS Brantas Ambil Tindakan Pekerjaan Proyek P3-GAI di Nyalabuh Laok, GASI Desak Pengembalian dana.

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Ketika Negara Bisu: PMKRI Cabang So’e Nilai Kasus Bijaepunu-TTS Cermin Gagalnya Perlindungan Perempuan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Berlarut-larut, Kadishub Sampang Dinilai ‘Berlagak Pilon’ Soal Kebocoran PAD Parkir Pasar Srimangunan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Di Balik Seremonial Festival Pantai Mandangin, Warga Sampang Tercekik Krisis Air Bersih dan Kemiskinan Struktural

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Diduga Semua Pekerjaan Proyek Rabat Beton Hasil Pokir DPRD Sampang “KACAU” 

Berita Terbaru

Peristiwa

Balita 4 Tahun Tenggelam di Kubangan Air Tembakau di Sampang

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:15 WIB