Program MBG di SD Desa Jungkarang Disorot, Siswa Hanya Dapat Tepung Goreng Tanpa Lauk Hewani

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 18:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (ANGKAT BERITA) – Program Makanan Bergizi (MBG) di salah satu Sekolah Dasar Negeri di Desa Jungkarang, Kabupaten Sampang, kembali memantik sorotan publik. Pasalnya, menu yang diterima para siswa dinilai jauh dari kata “bergizi”, karena hanya berisi tepung goreng tanpa lauk hewani.

Berdasarkan pantauan lapangan dan dokumentasi yang diterima redaksi, satu paket menu MBG berisi nasi putih, tumis wortel dan jagung, dua potong gorengan tepung tanpa isi, jeruk yang mulai layu, serta minuman kemasan sari kacang hijau.

Baca Juga :  LMB Pastikan Kepung Bea Cukai Madura 10 Juli, Konfirmasi ke Kanwil Bea Cukai Jatim Belum Berbuah Respon

Kondisi ini membuat masyarakat heran dan kecewa.

“Programnya namanya makanan bergizi, tapi anak-anak cuma makan tepung goreng. Mana gizinya?,” ujar salah satu wali murid di Desa Jungkarang, Kamis (23/10/2025).

Warga menilai, pelaksanaan MBG di lapangan tidak sesuai dengan tujuan program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak sekolah dasar.

“Kalau menunya seperti ini, harus ada pemeriksaan serius anggaran negara jangan disalahgunakan,” tambahnya.

Baca Juga :  Grand Aloha Regency Disorot, Dugaan Hilangnya TKD Desa Wage Belum Ditindaklanjuti

Sementara itu, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut. Begitu pula dengan instansi teknis di tingkat kecamatan yang mengawasi pelaksanaan program MBG.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan segera turun tangan untuk menelusuri siapa pemilik dan pengelola MBG di wilayah tersebut, serta mengevaluasi kelayakan gizi menu yang diberikan kepada anak-anak.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru