SUMENEP||angkatberita-Pembagian jasa pelayanan (jaspel) menjadi bancakan pejabat RSUD Dr H Moh. Anwar, Sumenep, Jawa Timur. Tak pelak kalau pembagian yang dianggap tidak adil itu membuat para pegawai setengah hati dalam memberikan pelayanan terbaik.
Para karyawan menganggap, mereka hanya disuruh kerja, tapi rentang penghasilan dari jaspel yang mereka terima sangat jauh dari para pimpinannya. Kecemburuan perolehan itulah yang menjadi salah satu penyebab pelayanan di rumah sakit pelat merah itu sulit untuk berubah lebih baik.
Apalagi, tidak ada ketentuan resmi yang mengatur mengenai pola pembagian jaspel di RSUD. Pejabat di sana dapat mengatur sesuai dengan kesepakatan antar pimpinan.
Seperti diberitakan, setingkat Direktur mendapat jaspel penjaminan sekitar Rp 45 juta, jaspel pasien umum Rp 5 juta, dan tunjangan tetap Rp 7,2 juta. Jadi pendapatan selain gaji saja tiap bulannya Rp 57,2 juta.
Jabatan Kabag atau Kabid mendapat jaspel penjaminan Rp 27 juta, jaspel pasien umum Rp 3 juta, tunjangan tetap Rp 5,4 juta. Total perolehannya di luar gaji Rp 35,4 juta tiap bulannya.
Sedangkan jabatan kasi memperoleh jaspel penjaminan Rp 15 juta, jaspel pasien umum Rp 1,5 juta, dan tunjangan tetap Rp 3,3 juta. Total pendapatan jabatan itu Rp 19,8 juta.
Jika dibandingkan dengan perolehan karyawan setingkat pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) Golongan/Pangkat III b, hanya mendapatkan jaspel penjaminan sekitar Rp 2 juta dan jaspel pasien umum Rp 300 ribu. Totalnya hanya Rp 2,3 juta.
Angkat Berita mencoba untuk menelusuri pembagian jaspel yang selama ini hanya menjadi uring-uringan di kalangan karyawan RSUD.
“Tindakan pimpinan serperti koboy di era modern ini, tdk hanya dilakukan kepada pasien tetapi kepada karyarwan sendiri juga mencekik,” kata salah satu karyawan yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, karyawan di rumah sakit sulit berbenah kalau pimpinan hanya menyuruh kerja, sedangkan penghasilan dari jaspel hanya mereka yang menikmati.
“Dipaksa kerja baik, tapi diberi penghargaan seminim mungkin, sementara para pejabat RSUD yang hanya duduk di belakang meja menerima jaspel fantastis,” katanya dengan nada tinggi.
Selain jaspel, para pejabat juga mendapat tunjangan tetap. Jadi menurutnya terdapat dobel penerimaan yang diperoleh para pimpinan. Itulah yang kian membuat para karyawan setengah hati memberikan pelayanan terbaik. (Asm)







Komentar