
BANGKALAN, Angkatberita
Geliat literasi di Kabupaten Bangkalan mencatatkan sejarah baru melalui lahirnya seorang penulis muda yang mampu mengubah duka menjadi karya. M. Izzanudin Alkarimi, siswa yang kini menempuh pendidikan di UPTD SMP Negeri 3 Bangkalan, secara resmi memenuhi panggilan audiensi dari Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangkalan, Bapak M. Ainul Ghufron, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Panggilan langsung ini merupakan bentuk apresiasi cepat dan konkret dari pemerintah daerah dalam menanggapi fenomena produktivitas luar biasa Alkarimi yang berhasil melahirkan banyak karya sastra di usia yang sangat belia.
Dalam pertemuan khidmat yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas tersebut, momen simbolis ditandai dengan penyerahan langsung delapan buah novel fiksi oleh Alkarimi kepada Bapak M. Ainul Ghufron.
Dari delapan buku tersebut, lima di antaranya merupakan mahakarya orisinal Alkarimi yang ditulis dengan kedalaman emosi, yakni Leon Sang Cahaya, Dua Pedang Satu Jiwa, Pulang Ke Hati Yang Benar, Sang Pangeran Bintang, dan Dibalik Rak Nomor Tujuh.
Sementara itu, tiga buku lainnya turut dipresentasikan sebagai pelengkap koleksi fiksi yang telah ia garap. Langkah ini tidak berhenti pada seremoni semata, Bapak Kepala Dinas memastikan bahwa karya-karya ini akan segera memasuki tahap koordinasi untuk proses pencetakan melalui pihak penerbit, guna memastikan ide-ide brilian Alkarimi dapat menjangkau pembaca yang lebih luas di seluruh penjuru Bangkalan dan sekitarnya.
Kehadiran Alkarimi dalam audiensi tersebut didampingi oleh jajaran pendamping sekolah yang solid, yakni Bapak R. Hoirul Iskandar, selaku Wakasek Kurikulum UPTD SMP Negeri 3 Bangkalan, Ibu Siti Sachroh, S.Pd selaku Kepala Perpustakaan SMP Negeri 3 Bangkalan, serta Ketua dan Anggota Duta Baca sekolah setempat.
Turut hadir pula sosok sentral di balik transformasi kreatif Alkarimi, yaitu RP. Salman Alrosyid Dungmoso, Pimpinan Museum Uang Perusnia Bangkalan yang juga bertindak sebagai mentor kepenulisan.
Pencapaian Alkarimi hari ini adalah potret kemenangan atas masa lalu yang kelam. Selama enam tahun, ia sempat terbelenggu dalam trauma akibat perundungan yang merantai kepercayaan dirinya. Namun, di bawah bimbingan tangan dingin RP. Salman Alrosyid, Alkarimi diajak memungut kembali serpihan jati dirinya yang hancur.
Melalui bimbingan yang intensif dan pendekatan yang humanis, Alkarimi tidak hanya diajarkan tentang teknik bahasa, kedalaman frasa, dan kemegahan majas, tetapi juga tentang bagaimana menjadikan tulisan sebagai medium penyembuhan dan perlawanan terhadap rasa takut.
Menanggapi fenomena prestasi yang langka ini, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Bangkalan, Bapak M. Ainul Ghufron, S.Sos, M.M, mengungkapkan kekagumannya saat menerima langsung buku-buku tersebut.
“Pencapaian Ananda Alkarimi hari ini adalah fenomena yang luar biasa bagi dunia literasi kita di Bangkalan. Menulis lima hingga delapan novel di usia SMP bukan sekadar hobi, ini adalah bukti adanya talenta jenius yang harus kita jaga. Saya tegaskan bahwa Alkarimi merupakan aset berharga Kabupaten Bangkalan yang perlu kita support dan kawal sepenuhnya hingga ke tingkat nasional,” tegas beliau.
Senada dengan hal tersebut, Wakasek Kurikulum UPTD SMP Negeri 3 Bangkalan, Bapak R. Hoirul Iskandar, menyatakan bahwa pihak sekolah akan terus memberikan dukungan penuh bagi pengembangan bakat Alkarimi.
“Alkarimi telah membawa nama baik sekolah ke level yang lebih tinggi. Pencapaian ini membuktikan bahwa kurikulum terbaik adalah ketika minat besar siswa bertemu dengan bimbingan dari mentor yang tepat. Kami bangga memiliki siswa yang mampu menembus batas kemungkinan di usia sedini ini,” ungkap beliau.
Sebagai penutup yang menyentuh, Kepala Perpustakaan SMP Negeri 3 Bangkalan, Ibu Siti Sachroh, S.Pd, menekankan pesan moral dari perjalanan Alkarimi. Beliau berharap sosok Alkarimi bisa menjadi cerminan bagi rekan-rekan dan sahabat sebayanya di SMP Negeri 3 Bangkalan.
“Alkarimi adalah bukti nyata bahwa setiap retakan di masa lalu bukanlah tanda kehancuran, melainkan proses penguatan untuk membentuk pribadi yang lebih hebat. Kami ingin prestasi ini menjadi cerminan bagi teman-temannya agar mereka berani bermimpi dan tidak takut berkarya meskipun pernah mengalami kegagalan. Kami di sekolah berkomitmen untuk terus menyediakan ruang bagi Alkarimi dan bibit penulis lainnya agar tinta emas mereka tidak pernah berhenti mengalir,” pungkasnya.








Komentar