SUMENEP || ANGKATBERITA – Di hadapan para empu keris dan tokoh budaya, Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, S.H., M.H. menegaskan bahwa tradisi jamasan pusaka bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan warisan leluhur yang menyimpan nilai filosofi luar biasa.
Penegasan itu disampaikan Wabup saat menghadiri Haul dan Jamasan Pusaka di Asta Bujuk Agung, Desa Aeng Tong-Tong, Kecamatan Saronggi, Rabu kemarin (24/6/2026).
Didampingi jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, dan para empu keris, kehadiran KH. Imam Hasyim menjadi bukti nyata dukungan Pemkab Sumenep terhadap pelestarian budaya kebanggaan Madura. Suasana sakral terasa saat Wabup menyaksikan langsung prosesi jamasan yang dipimpin para empu sepuh.
“Jamasan pusaka merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi luar biasa. Di hadapan para empu yang selama ini merawat tradisi ini, saya tegaskan bahwa tradisi ini harus terus dijaga agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep di tengah perkembangan zaman,” ujar KH. Imam Hasyim.
Menurutnya, tradisi jamasan pusaka adalah bentuk penghormatan terhadap jasa leluhur yang telah mewariskan kekayaan budaya bernilai tinggi. Lebih dari membersihkan bilah keris, prosesi ini mengandung makna spiritual, etika, dan jati diri orang Madura.
Ia menyebut Desa Aeng Tong-Tong sebagai bukti hidup kekayaan budaya Sumenep. Kampung empu keris ini telah melahirkan karya-karya berkualitas tinggi yang mendapat pengakuan hingga tingkat internasional.
“Para empu keris telah membuktikan bahwa warisan budaya dapat menjadi kebanggaan sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di tangan para empu, karya putra-putra Sumenep tidak hanya diminati di dalam negeri, tetapi mampu menembus pasar mancanegara dan membawa nama baik Sumenep ke tingkat dunia,” katanya di hadapan para empu.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjutnya, berkomitmen terus memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya keris melalui program pembinaan, promosi, dan pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.
Mengakhiri sambutannya, KH. Imam Hasyim mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut menjaga dan mencintai warisan budaya daerah agar predikat Sumenep sebagai Kota Keris tetap terjaga.
“Predikat Kota Keris bukan hanya kebanggaan, tetapi juga amanah yang harus kita jaga bersama. Mari terus melestarikan budaya keris agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.





Komentar