
BANGKALAN. Angkatberita.id
Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Yayasan Affrin Bina Sejahtera mulai memperketat standar kualitas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG yang berlokasi di Kelurahan Pangeranan kecamatan Bangkalan ini resmi menggandeng CV Central Madura untuk memasok susu pasteurisasi bagi ribuan siswa di beberapa lembaga sekolah wilayah Kota.
Langkah ini diawali dengan pemesanan perdana sebanyak 1.400 botol susu ukuran 125ml.
Kepala SPPG Yayasan ABS, Perdi Lamhot Manulang, menjelaskan bahwa pemilihan mitra lokal ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, kesesuaian produk dengan petunjuk teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi harga mati.
“Kami mencari yang kandungan susu segarnya tinggi, di atas 80 persen, tapi harganya tetap masuk akal. CV Central Madura punya itu, makanya kami langsung kunci kerja sama ini untuk memastikan anak-anak mendapat nutrisi terbaik,” tegas Perdi usai melakukan pertemuan koordinasi di Bangkalan, Rabu (4/2).
Lebih lanjut, Tim ahli gizi SPPG, Reni Seftiyani dan Sufrotul Hoyriyah, memastikan bahwa proses pemanasan suhu rendah (72^{circ}C-85^{circ}C) pada produk ini jauh lebih unggul dalam menjaga protein dan vitamin dibanding susu kemasan biasa.
Di sisi lain, aspek logistik yang sering menjadi kendala dipecahkan melalui sistem rantai dingin. Pihak CV Central Madura menjamin kualitas produk tetap stabil karena memiliki gudang pendingin (cold storage) sendiri di kawasan Demangan, Bangkalan.
“Distribusi kami lakukan H-1 konsumsi dalam kondisi beku. Jadi saat sampai di sekolah, kesegarannya masih maksimal. Kami ingin membuktikan bahwa penyedia lokal Bangkalan mampu memenuhi standar nasional, baik dari sisi kebersihan maupun keamanan pangan,” ungkap Syaiful perwakilan manajemen CV Central Madura.
Sinergi ini diharapkan menjadi rujukan bagi satuan pelayanan pangan lain di Bangkalan. Pasalnya, Juknis terbaru kini mewajibkan efisiensi logistik dan standarisasi kandungan susu segar yang ketat, yang hanya bisa dicapai melalui kemitraan strategis dengan vendor lokal yang memiliki infrastruktur memadai





Komentar