Dugaan Menu Tak Layak Terus Muncul di Bangkalan, Kemana Korwil SPPG ?

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan. angkatberita.id

Munculnya dugaan penyimpangan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah titik di kabupaten Bangkalan terus bermunculan seperti yang telah terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) desa Patemon kecamatan Tanah Merah Bangkalan.

Kejadian ini mempertanyakan kinerja daripada Koodinator Wilayah (Korwil) SPPG yang menjadi salah satu indikator lemahnya kontrol yang seharusnya menjadi tanggung jawab langsung korwil.

Hingga berita ini ditayangkan, Korwil SPPG Kabupaten Bangkalan, Ivan, belum memberikan tanggapannya meski telah dimintai klarifikasi terkait persoalan tersebut. Hal ini menjadi satu pertanyaan serius, sejauh ini kemana tugas pokok dan fungsi (tupoksi) korwil SPPG?

Baca Juga :  Diduga Langgar SOP, Konsumen Isi BBM Sendiri ke Motor di SPBU Pamolokan, Manajemen Enggan Klarifikasi

Secara struktural, korwil memiliki tugas pokok yang tidak ringan. Mereka bertanggung jawab penuh beberapa hal yaitu;

1. Kelancaran operasional dapur SPPG,

2. Kualitas dan keseimbangan nutrisi makanan,

3. Standar kelayakan konsumsi,

4. Ketepatan distribusi kepada sasaran seperti sekolah, posyandu, serta ibu hamil,

5. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.

Dengan mandat sebesar itu, munculnya menu yang diduga tidak memenuhi standar gizi menunjukkan adanya celah dalam sistem kontrol. Program yang seharusnya menjadi intervensi serius untuk mencegah stunting justru berisiko kehilangan substansi jika pengawasan berjalan administratif semata tanpa verifikasi nyata ke lapangan.

Baca Juga :  Rumah Makan Samuel Panjaitan Diduga Markas Solar Ilegal, Media Tangkap Langsung Aksi

 

Fenomena yang terjadi di SPPG Patemon kecamatan Tanah Merah Bangkalan ini mengindikasikan bahwa pengawasan belum dilakukan secara maksimal, baik dari sisi perencanaan menu, proses pengolahan, hingga distribusi. Jika benar terjadi ketidakseimbangan nutrisi, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar reputasi program, melainkan kesehatan penerima manfaat.

Situasi ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja korwil SPPG di tingkat kabupaten dan bukan hanya akan menjadi slogan di atas kertas saja.

Berita Terkait

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Kata Kasat Lantas Sumenep Soal Pemutihan Pajak 2026 di RRI

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Berita Terbaru