Kabel Menjuntai Membahayakan Warga Diduga Milik PT Telkom Indonesia Dinilai Lamban Tanggap.

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:37 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan. Angkatberita.id

Kabel jaringan telekomunikasi yang diduga milik PT Telkom Indonesia terlihat bergelantungan hingga setinggi badan orang dewasa di Desa Dumajah, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan. Kondisi ini dikeluhkan warga dan pegawai toko karena dinilai membahayakan keselamatan pengunjung.

 

Kabel yang menjuntai tepat di depan Toko Modern Syaikhona itu disebut sudah dibiarkan tanpa perbaikan selama hampir dua minggu.

 

“Sudah hampir dua minggu kabel itu kendor dan bergelantungan seperti itu,” ujar salah satu pegawai toko, Jumat (20/2).

Baca Juga :  Ketika Pena Dilawan Pasal: APJ Dobrak Polres Sumenep dan Polda Jatim

 

Para pegawai mengaku khawatir kabel tersebut dapat memicu kecelakaan, terutama bagi pelanggan yang keluar-masuk area toko.

 

“Kalau terjadi sesuatu gara-gara kabel itu, pasti toko ini yang kena dampaknya,” keluhnya.

 

Pihak toko juga menyatakan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Telkom beberapa hari lalu, namun hingga kini belum ada tindak lanjut di lapangan.

 

“Dua hari lalu kami sudah melakukan aduan, tapi belum ada respons,” tambahnya.

 

Upaya konfirmasi juga sempat dilakukan kepada salah satu petugas operasional Telkom. Namun yang bersangkutan mengaku telah pindah tugas ke wilayah lain dan hanya bisa meneruskan informasi kepada petugas yang menangani area Bangkalan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Katamso Pimpin Upacara HUT ke-69 Provinsi Jambi, Tegaskan Pentingnya Sinergi Menuju Jambi Mantap 2029

 

“Maaf Pak, saya sekarang sudah pindah ke Kamal, tapi saya coba hubungi pegawai yang di Bangkalan,” katanya.

 

Hingga berita ini beredar, kabel tersebut masih terlihat menjuntai tanpa penanganan. Warga berharap pihak terkait segera turun tangan sebelum menimbulkan insiden yang merugikan masyarakat.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Berita Terbaru