Sumenep || angkatberita.id – Lapangan Bola Tangkap Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep kembali bergemuruh, Minggu (2/8/2026). Panitia Turnamen Bola Tangkap konsisten menggelar turnamen mingguan sebagai gerakan nyata untuk menjaga eksistensi olahraga tradisional Ball Budhi agar tidak punah di tengah gempuran olahraga modern.
Lebih dari sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini telah menjelma menjadi ruang silaturahmi dan gerakan kebudayaan. Sejumlah tim tangguh dari berbagai desa di Kecamatan Batang-Batang dan Batuputih ikut ambil bagian. Antusiasme warga pun luar biasa, ratusan penonton memadati setiap sisi lapangan, menyaksikan jalannya pertandingan yang sengit, keras, namun tetap dalam bingkai sportivitas tinggi.
Ketua Panitia Turnamen, Readi, yang juga dikenal sebagai Ketua Tim Prabu Anom dan Gajah Mada menegaskan, turnamen mingguan ini adalah komitmen bersama.
“Ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah cara kami merawat ingatan dan kebanggaan kami. Bola tangkap atau Ball Budhi ini adalah jati diri masyarakat Batang-Batang dan Batuputih. Kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi” tegas Readi.
Readi berharap, konsistensi yang dilakukan panitia dan para pelaku Ball Budhi ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
“Harapan besar kami, olahraga tradisional ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Kami ingin Ball Budhi mendapat tempat yang layak, bahkan bisa masuk dalam Kalender Event Resmi Kabupaten Sumenep Tahun 2027. Ini warisan budaya yang harus dijaga bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Readi juga memberikan apresiasi khusus kepada salah satu tokoh penggerak pelestarian Ball Budhi, yakni Ketua Tim Macan Terminal Juruan Laok, Mas Eyon.
“Terima kasih kepada Mas Eyon, Ketua Tim Macan Terminal Juruan Laok, yang pertama kali lantang menyuarakan agar Ball Budhi masuk Kalender Event 2027. Beliau selama ini banyak membantu panitia, baik tenaga, pikiran, maupun dalam memperkenalkan Ball Budhi ke masyarakat luas. Dukungan beliau menjadi energi bagi kami untuk terus berjalan. Prinsip kami tetap satu: junjung tinggi sportivitas,” ungkapnya.
Rutinnya turnamen mingguan di Lapangan Desa Kolpo ini diharapkan menjadi pemantik. Tidak hanya untuk melahirkan bibit-bibit atlet Ball Budhi yang handal, tetapi juga untuk memastikan bahwa Ball Budhi tetap lestari sebagai warisan budaya olahraga khas Kabupaten Sumenep yang membanggakan, terangnya.





Komentar