Proyek Jalan Baru Dinas PUPR di Tanjung Jabung Barat Retak: Kualitas Konstruksi Dipertanyakan

- Redaksi

Rabu, 17 Juli 2024 - 10:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjung Jabung Barat||angkatberita.id-Infrastruktur yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat kini malah menuai kekhawatiran. Proyek peningkatan struktur jalan di KM 3 dan KM 4, yang baru saja selesai beberapa waktu lalu, telah menunjukkan keretakan yang signifikan. Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) ini mendapat sorotan tajam karena keretakan yang terjadi di sejumlah titik jalan.

Berada di Kecamatan Tebingtinggi, proyek yang bernomor kontrak 020/342/KONS-PPK/DPUTR/2024 ini dibiayai oleh APBD tahun 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.818.500.000,-. Kontrak ini dimulai pada tanggal 1 April 2024, dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender dan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek ini diawasi oleh CV. Aldo Putra Jambi dan dilaksanakan oleh CV Putra Jambi.

Baca Juga :  Bhayangkara Beriman, Pelayanan Kian Mantap! Binrohtal Polres Tulang Bawang Digeber Pagi Ini

Namun, hasil kerja yang diharapkan menjadi solusi bagi masalah jalan di daerah tersebut kini justru menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas konstruksi yang dikerjakan. Tim wartawan yang melintasi lokasi menemukan beberapa ruas jalan yang sudah mengalami keretakan, padahal proyek ini baru saja diselesaikan.

Upaya konfirmasi kepada pihak dinas terkait dan perangkat desa setempat hingga kini belum membuahkan hasil. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya ketidakberesan dalam proses konstruksi yang dilakukan.

Baca Juga :  Proyek Rekonstruksi Jalan Imam Bonjol Baru Mulai Dikerjakan, Warga Harapkan Kualitas Terjaga

Dalam waktu dekat, tim wartawan berencana untuk menyurati dinas terkait, aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun Kepolisian, serta Bupati, guna meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan melakukan investigasi lebih lanjut. Masyarakat berharap agar permasalahan ini dapat segera ditangani dan kualitas pembangunan infrastruktur bisa lebih diperhatikan di masa mendatang.

Keretakan yang terjadi ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan. Dinas PUPR diharapkan dapat memberikan penjelasan dan solusi atas permasalahan ini,agar kejadian serupa tidak terulang di proyek-proyek lain.(Sahroni)

Berita Terkait

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.
Al-Farlaky Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Timur, Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak
Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas
Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan
Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Proyek Pelebaran Jembatan dan Jalan Pantura bProbolinggo-lumajang diduga Tanpa Mikirkan Hajat Pengguna Jalan.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:42 WIB

Proyek SPAM Pokir DPRD Sampang Desa Tambak Omben Disorot, APH dan BPK Diminta Tak Tutup Mata.

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Empat Orang Satu Keluarga Terjatuh di Jalan Imam Bonjol Sampang, Diduga Akibat Tumpahan Minyak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Temuan Dugaan Tumpang Tindih Proyek HIPPA Desa Nyalabuh Laok Dipersoalkan, GASI Soroti Sikap BBWS Brantas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Besi Tulangan Proyek SPAM Murtajih Terukur 11,2 Milimeter, DPRKP Pamekasan Belum Beri Penjelasan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Berita Terbaru