Sampang||angkatberita.id -Desa Batukarang belakangan ini menjadi sorotan setelah muncul laporan tentang pekerjaan rabat beton yang diduga dibiayai oleh dana desa tahap 1 tahun anggaran 2024, proyek yang selesai sekitar 2-3 bulan lalu ini tidak hanya menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi anggaran, tetapi juga kualitas pekerjaan yang sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan. Selain itu, papan nama proyek yang seharusnya mencantumkan informasi penting juga tidak ditemukan, menambah kebingungan warga.
Seorang warga Desa Batukarang, yang enggan disebutkan namanya, menyampaikan kekecewaannya kepada media mengenai kondisi proyek rabat beton tersebut. “Pekerjaannya baru saja selesai, tapi sudah banyak retak di sana-sini. Kami merasa ini tidak wajar,” ujarnya. Senin 07/10/24
Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, media menemukan bahwa proyek rabat beton tersebut menggunakan dana desa dengan total realisasi sekitar -+ Rp477.348.080. Namun, tanpa adanya papan nama proyek yang menjelaskan rincian anggaran dan pelaksana, warga merasa bingung tentang transparansi penggunaan dana tersebut.
Ketika Media ini mengonfirmasi Siti Wahyuni, Kepala Desa Batukarang, mengenai anggaran dan lokasi pekerjaan rabat beton, dalam tanggapannya, Ibu Kades menyarankan untuk menghubungi Pak Klebun, yang diduga bertanggung jawab atas proyek tersebut. “Silakan konfirmasi langsung ke Pak Klebun, semua yang mengelola adalah Pak Klebun,” tegas Ibu Kades.
Media ini pun mengklarifikasi H. Suud, atas permintaan Siti wahyuni, mengenai pekerjaan rabat beton tersebut,namun jawaban H. Suud sangat mengejutkan, dia justru mengirim nomor telepon yang diketahui sebagai salah satu nomor media, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut tentang posisinya di desa atau hubungannya dengan proyek tersebut.
Hingga berita ini disusun, H. Suud belum memberikan tanggapan terkait peran oknum dengan nomor WhatsApp 08233xxxxxxx itu di Desa Batukarang. Kejadian ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dari warga terkait pengawasan dan akuntabilitas penggunaan dana desa.
Warga berharap adanya penyelidikan lebih lanjut agar masalah ini terjawab, serta agar proyek-proyek serupa di masa depan bisa dilaksanakan dengan lebih transparan dan berkualitas.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan dan transparansi dalam penggunaan dana desa. Warga Desa Batukarang menginginkan kejelasan dan kepastian bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar digunakan untuk kepentingan bersama, serta untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Media akan terus mengikuti perkembangan kasus ini untuk memberikan informasi terbaru kepada publik.;;;;








Komentar