Sikap Arogan Pelaksana, Lecehkan Wartawan dan Abaikan Kualitas Proyek P3GAI, Somasi Mengancam

- Redaksi

Sabtu, 14 Desember 2024 - 05:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG ( ANGKAT BERITA) – Mantan Kepala Desa Plasah sekaligus pelaksana proyek P3-TGAI, berinisial MR, kembali menjadi sorotan atas tindakannya yang tidak hanya meremehkan profesi wartawan, tetapi juga menimbulkan kerugian besar dengan pelaksanaan proyek yang penuh penyimpangan.

Pada Jumat (13/12/2024), saat awak media (EF) memantau proyek tersebut di Desa Plasah, Kecamatan Sreseh, wartawan yang menjalankan tugas kontrol sosial justru menerima Cemo’oh dari MR.

Proyek yang dimulai sejak 25 Oktober 2024 ini tampak penuh dengan masalah. Investigasi lapangan menunjukkan banyaknya kerusakan, termasuk retakan pada beberapa bagian saluran air yang belum selesai dikerjakan. Material yang digunakan jauh dari standar; batu pondasi hanya menggunakan batu padas berkualitas rendah, adukan semen bercampur tanah sirtu putih, dan metode pengerjaan asal-asalan. Proyek ini diduga kuat hanya mengejar keuntungan besar tanpa memperhatikan kualitas dan manfaatnya bagi masyarakat.

Foto: Keretakan yang terjadi ketika proses dan material tidak memenuhi standar

Namun, sikap MR terhadap wartawan yang sedang melaksanakan tugasnya lebih mengejutkan. Dengan nada arogan dan sinis, MR berkata, “Anu apah entar kannak dele gik guh la’guh pola alakoah yeh, adek lakonah yeh, ela la ecek, lajeling, korang apanah jek la ekalakoh jiah.” Pernyataan ini tidak hanya menghina profesi wartawan tetapi juga mencerminkan arogansi seorang mantan kepala desa yang seolah merasa kebal hukum.

Baca Juga :  Gedung SIHT Gugul Rp2,6 M Diduga ''Dipaksakan'' Lewat E-Catalog, Kontraktor Non-Katalog Jadi Pelaksana

Media Center Sampang (MCS) dengan tegas mengecam tindakan MR. Sebagai respons atas penghinaan tersebut, MCS menyatakan akan melayangkan somasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dan dinas terkait, menuntut tindakan tegas terhadap MR dan penyelenggara proyek P3-TGAI. BBG Pentolan MCS Sekaligus Ketua KJJT Sampang ini menegaskan, “Kami tidak akan diam menghadapi pelecehan terhadap profesi jurnalis. Tindakan ini merupakan penghinaan terhadap kebebasan pers dan kontrol sosial yang dilindungi undang-undang. Somasi ini adalah langkah awal untuk menuntut keadilan.”

Foto: Hasil pekerjaan sudah retak diberbagai tempat

Baca Juga :  Dugaan Markup Harga Pengadaan Barang dan jasa Dinkes Sampang Mencuat " Ada Nama CV Gatra "

Selain menyoroti sikap arogan MR, MCS juga menuntut pertanggungjawaban atas buruknya kualitas proyek yang dibiayai oleh uang negara. Mereka meminta Balai Besar Sungai Brantas untuk segera melakukan investigasi independen dan memberikan sanksi tegas kepada pelaksana proyek yang lalai.

Kerusakan yang sudah tampak meskipun proyek belum selesai menguatkan dugaan adanya pelanggaran serius, baik dari segi teknis maupun penggunaan anggaran. “Jika dibiarkan, hal ini tidak hanya merugikan masyarakat tetapi juga mencoreng kredibilitas pemerintah dalam menjalankan program pembangunan,” tambah BBG

Pentolan MCS ini menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, termasuk membawa persoalan ini ke ranah hukum jika somasi tidak diindahkan. “Wartawan adalah pilar keempat demokrasi yang harus dihormati. Pelecehan ini tidak hanya merendahkan profesi kami, tetapi juga melukai perjuangan untuk keadilan dan transparansi,” tutup nya

Dengan somasi ini, MCS berharap ada langkah konkret untuk menghentikan arogansi dan penyalahgunaan wewenang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 ;;;;;;;

Berita Terkait

BEJAT!!..LAKNAT!!..Ayah dan Kakak Kandung di Lamongan Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur Sejak Kelas 4 SD
Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pascainsiden Pengerusakan Oleh Kelompok Massa ke Mapolsek Sukorejo
Polres Bondowoso Temukan Jejak Penadahan Curanmor, Dua Tersangka Diamankan
Refleksi 13 Tahun Jawapes, Mengawal Fakta
Diduga SPBU 54.612.28 Krian Ugal-Ugalan Melayani Pengerit Pertalite
LBH BMN Kawal Dugaan Utang Piutang 500 Juta Warga Taman Sidoarjo 
Diduga Sebagai Pelaksana. Lukman, Memilih Bungkam Saat di Konfirmasi Proyek P3-TGAI Rp195 Juta
Jangan Gegabah! Bupati Fauzi Ingatkan Petani Soal Jebakan Cuaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:14 WIB

BEJAT!!..LAKNAT!!..Ayah dan Kakak Kandung di Lamongan Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur Sejak Kelas 4 SD

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:51 WIB

Kapolres Pasuruan Berikan Klarifikasi Pascainsiden Pengerusakan Oleh Kelompok Massa ke Mapolsek Sukorejo

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Polres Bondowoso Temukan Jejak Penadahan Curanmor, Dua Tersangka Diamankan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Refleksi 13 Tahun Jawapes, Mengawal Fakta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:16 WIB

Diduga SPBU 54.612.28 Krian Ugal-Ugalan Melayani Pengerit Pertalite

Berita Terbaru

Peristiwa

Balita 4 Tahun Tenggelam di Kubangan Air Tembakau di Sampang

Kamis, 20 Agu 2026 - 12:15 WIB