Tiga Proyek Irigasi di Aengdake Bluto Diduga Menyimpang, Warga Pertanyakan Manfaatnya

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 13:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Titik Lokasi Proyek P3-TGAI di Desa Aengdeke

Sumenep, angkatberita.id – Tiga proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Aengdake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kini menuai sorotan tajam. Alih-alih berfungsi sebagai saluran irigasi untuk mengairi sawah, bangunan senilai hampir Rp600 juta itu justru dinilai lebih menyerupai drainase atau parit pembuangan air.

Proyek yang masing-masing menelan anggaran sekitar Rp195 juta ini digarap melalui kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Batu Emas, dengan dana yang digelontorkan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PUPR.

Sejak awal pengerjaan, indikasi kejanggalan sudah tercium, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan di lapangan. Berdasarkan pantauan Angkat Berita pada Jumat (5/9/2025) di tiga titik proyek, ditemukan sejumlah persoalan serius, di antaranya:

Baca Juga :  Hari Lahir Pancasila 2026, Pemkab Tanjab Barat Teguhkan Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Global

• Fondasi galian dangkal dan dikerjakan asal-asalan.

• Saluran irigasi tidak terhubung dengan sumber air, baik sungai maupun bendungan.

• Konstruksi hanya mengandalkan air hujan (tadah hujan) yang jelas tidak optimal.

• Sebagian saluran justru mengelilingi lahan tertentu, menyerupai parit drainase.

Dengan kondisi demikian, proyek tersebut dinilai berpotensi tidak memberikan manfaat nyata bagi petani, bahkan bisa menjadi pemborosan anggaran negara hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  “Keselamatan Nomor Satu”, AKP Beny Didik Pelajar Jadi Agen Perubahan Tertib Lalin

Aktivis muda Sumenep, Bagas Arrazy, ikut menyoroti proyek ini. Ia menilai, pelaksanaan P3-TGAI di Desa Aengdake sarat kejanggalan dan terkesan dipaksakan.

“Saya duga proyek tersebut hanyalah formalitas untuk meraup keuntungan pribadi. Sangat disayangkan, program yang seharusnya membantu petani malah diduga menjadi ajang permainan oknum,” tegas Bagas, Sabtu (22/10/2025).

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan Angkat Berita juga belum mendapat tanggapan.

 

 

Penulis: Redaksi

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal
80 Tahun Indonesia Merdeka, PUDAM Bangkalan Perkuat Semangat Pelayanan
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih

Berita Terbaru