Kepala SMKN 1 Blega Tegaskan Komitmen Transparansi Dana BOS dan BPOPP: Fokus pada Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kondusifitas Sekolah

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKALAN. angkatberita.id

Menyusul pemberitaan terkait dugaan pengembalian dana honor tenaga honorer di SMK Negeri 1 Blega, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi resmi.

Kepala Sekolah Suieb menegaskan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dan transparan dalam penyelenggaraan serta penggunaan seluruh anggaran pemerintah, termasuk dana BOS dan BPOPP, agar benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Suieb menuturkan, pengelolaan anggaran sekolah merupakan hal yang sangat sensitif karena bersumber dari keuangan negara. Oleh karena itu, ia menegaskan komitmen untuk memastikan setiap rupiah yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal bagi kepentingan pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Dugaan Pungli di SMPN 7 Bangkalan, Wali Murid Pertanyakan Pungutan Sebesar Rp 100 Ribu 

“Kami sangat berhati-hati dalam setiap langkah pengelolaan dana BOS dan sejenisnya. Prinsip kami sederhana, dana yang diberikan pemerintah harus digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMKN 1 Blega,” ujar Suieb saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025).

Suieb juga menyampaikan pesan kepada seluruh 28 tenaga honorer (GTT dan PTT) di lingkungan sekolah agar dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjaga keharmonisan internal. Ia berharap tidak ada lagi kesalahpahaman atau tekanan antar pihak, sehingga suasana kerja di sekolah tetap kondusif dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Baca Juga :  Tabung Oksigen Diduga Kosong, Rujukan Terlambat: Kuasa Hukum Desak Dinkes Sumenep Buka CCTV Puskesmas Bluto

“Kami berharap seluruh tenaga honorer dapat memahami situasi ini dengan baik. Mari bersama-sama menjaga suasana kondusif agar program pendidikan berjalan lancar dan nyaman bagi semua pihak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa fokus utama sekolah saat ini adalah memaksimalkan pemanfaatan dana BOS dan BPOPP untuk peningkatan fasilitas dan mutu pembelajaran, bukan untuk kepentingan di luar kebutuhan pendidikan.

“Kami ingin memastikan bahwa anggaran ini benar-benar menyentuh kebutuhan siswa dan guru. Dengan pengelolaan yang tepat, kami percaya kualitas belajar dan mengajar akan semakin meningkat,” ujarnya menambahkan.

Berita Terkait

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga
“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru
Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas
HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan
Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang
Layangan Kembali Menghiasi Langit Kuala Tungkal, 130 Peserta Ramaikan Lomba Sauk’an
Dugaan Pelanggaran POJK, KB Bukopin Pamekasan Tahan SK Pensiun Nasabah Setahun Lebih
Pentas Budaya Minang dan India Warnai Malam Kebersamaan di Kuala Tungkal

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Bukan Sekedar Dijual, Tanah Aset Pemkab Sampang Diduga Hilangkan Lahan Produktif Warga

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:23 WIB

“Parah” Proyek HIPPA di Pamekasan Akali Pekerjaan, Saluran Lama Dipoles Seolah Bangunan Baru

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:19 WIB

Aset Tanah Pemkab Sampang Dijual, DPRD Mengaku Tak Pernah Membahas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

HMI Dorong Evaluasi IPAL 22 Puskesmas di Bangkalan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:38 WIB

Perkuat Kolaborasi dengan Kemenaker, Wabup Katamso Usulkan Modernisasi BLK dan Perluasan Program Magang

Berita Terbaru